Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Disdikbud Persoalan Kekosongan Jabatan Kepsek di Tiap Daerah

Ket: Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.(Dok)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik memberikan apresiasi kepada Disdikbud Kaltim yang menindak lanjuti persoalan kekosongan jabatan kepsek di sejumlah sekolah di Kaltim.

Pemerintah Provinsi Kaltim merespon cepat terkait banyaknya kekosongan jabatan kepala sekolah (kepsek), dengan melantik 20 Kepsek tingkat SMA dan SMK dan SLB di Kaltim.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik secara khusus menyerahkan langsung Surat Keputusan Gubernur tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah di Odah Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Kamis (14/11/2023) siang.

Akmal Malik mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim yang bergerak cepat untuk menindaklanjuti persoalan banyak kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah wilayah di Kaltim.

“Saya bertemu dengan Mas Menteri (Mendikbud) dan salah satu dirjen menanyakan tentang masih banyaknya kekosongan jabatan kepsek mulai tingkat SD,” sebutnya.

Akmal mengungkapkan, satu di antara penyebab kekosongan jabatan kepsek karena adanya masalah perizinan kepada menteri untuk daerah yang dipimpin penjabat atau pelaksana tugas (Plt) yang tidak memiliki kewenangan sebagai pejabat pembina kepegawaian.

“Untuk pengisian jabatan kepsek yang kosong kami harus izin. Untuk eselon 3 dan 4 kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Otda,” ujarnya.

Akmal yang juga menjabat Dirjen Otda itu menyebutkan bahwa ada sekitar 100 jabatan kepsek yang kosong di Kaltim mulai jenjang SD, SMP yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, hingga SMA/SMK,SLB kewenangan provinsi. Dirinya berjanji memberi kemudahan terkait proses perijinan, sehingga posisi jabatan kepsek yang lowong dapat segera terisi.

“Buat aja daftarnya, ajukan. Tidak lama kok, insyaallah seminggu selesai. Yang penting usulan sudah masuk. Nah proses pengusulan ini yang biasanya lama,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, M Kurniawan mengatakan selain mengangkat 20 kepsek untuk mengisi jabatan yang lowong, juga diangkat 6 guru penggerak. Dari tahun 2023, sebanyak 30 guru yang diangkat menjadi kepsek dan 10 di antaranya merupakan guru penggerak.

“Ini sejalan dengan agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutupnya.

[ADV/DISDIKBUDKALTIM/TSN]

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *