MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan menanggapi penertiban kendaraan milik pelajar yang dikabarkan terjadi di kawasan Wijaya Kusuma I. Ia menilai tindakan aparat yang melakukan penertiban di halaman rumah warga perlu dievaluasi agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Menurut Viktor, penindakan seharusnya tidak dilakukan di area yang termasuk hak milik pribadi. Ia menegaskan aparat hanya memiliki kewenangan melakukan penertiban apabila kendaraan berada di fasilitas umum, lahan publik, atau kawasan yang memang berada di bawah otoritas pemerintah.
“Kalau itu di halaman rumah milik warga, saya pikir sebenarnya enggak boleh. Karena parkirnya di dalam wilayah rumah pribadi,” ujarnya Viktor.
Viktor juga meminta instansi terkait lebih cermat memastikan status lahan sebelum mengambil langkah penertiban. Hal tersebut dinilai penting agar penegakan aturan tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dianggap melanggar hak kepemilikan masyarakat.
Meski demikian, ia menilai inti persoalan sebenarnya terletak pada masih banyaknya pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah meskipun belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Menurutnya, penggunaan sepeda motor oleh pelajar tanpa SIM jelas bertentangan dengan aturan dan berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya. Kondisi tersebut juga dinilai meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, Viktor lebih mendorong pendekatan edukatif dibanding penindakan langsung terhadap kendaraan yang berada di rumah warga. Ia menyarankan pembinaan dilakukan melalui sosialisasi, seminar, maupun diskusi yang melibatkan sekolah, kepolisian, Dinas Perhubungan, serta orang tua siswa.
Ia menegaskan edukasi kepada pelajar yang membawa kendaraan bermotor merupakan langkah yang tepat, namun penindakan terhadap kendaraan yang berada di halaman rumah pribadi dinilai tidak semestinya dilakukan.
“Kalau untuk mengedukasi para siswa yang membawa motor itu sah-sah saja, tapi kalau menindak motor yang ada di halaman rumah warga, itu enggak boleh,” tutup Viktor.













