Scroll untuk baca artikel
Diskominfo Kukar

Momentum HUT Kota Raja ke-241, Ketua DPRD Kukar : Kalau Bukan Kita Siapa Lagi

85
×

Momentum HUT Kota Raja ke-241, Ketua DPRD Kukar : Kalau Bukan Kita Siapa Lagi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid.(Azmi/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, KUKAR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasyid, membuka Rapat Paripurna dalam rangka memperingati HUT Kota Tenggarong ke-241 di Gedung utama DPRD pada, Rabu (27/09/2023) siang.

kegiatan Rapat paripurna dalam rangka HUT Kota Raja ke 241 dihadiri oleh, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Bupati Kukar, Ketua DPRD kabupaten mahakam hulu beserta jajarannya, DPRD Kaltim Komisi IV, serja jajaran Forum Koordinasi pimpinan daerah Kota Tenggarong.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, mengatakan kegiatan ini diadakan guna memperingati HUT Kota Tenggarong ke-241, agar dapat lebih maju kedepannya serta melakukan peningkatan Infastruktur.

“Kota Tenggarong merupakan ibu kotanya Kutai Kartanegara, tentunya baik penataan infrastrukturnya maupun penataan SDM harus benar-benar ditata, supaya Kutai Kartanegara bisa lebih maju kedepannya” kata Rasid saat di wawancarai warta media. 

Ia menuturkan dengan dijadikannya Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Negara (IKN) , HUT Kota Raja ke-241dan acara kebudayaan Erau  ini memiliki makna tersendiri.

“HUT Kota Raja ke-241 plus dengan adanya erau ini, berguna mempublis kepada masyarakat luas, agar mengetahui kesenian dan kebudayaan yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini” ucapnya.

Menurut Rasid, Kabupaten Kukar yang berada di Provinsi Kaltim ini merupakah Kabupaten Spesial karena memiliki macam ragam kebudayaan, serta Kota tenggarong memiliki Historis sejarah yang sangat luar biasa yang diperlihatkan pada rangkaian kegiatan Erau 2023.

Selain itu dirinya berpesan kepada kaum milenial, agar selalu menjaga adat istiadat Kota Raja, sehingga dapat terus melestarikan kelestarian Budaya yang berada di Kota Tenggarong.

“Anak anak muda, harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada, kalo bukan kita masyarakat Tenggarong siapa lagi,” pungkasnya.

[ADV/MII/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *