Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahDPRD Prov. KALTIM

Karakter Anak Tergantung Ibu Sebagai Madrasah Pertama

82
×

Karakter Anak Tergantung Ibu Sebagai Madrasah Pertama

Sebarkan artikel ini
Ket: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati. (Syahrul/Mediakata)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati melirik perkembangan karakter seorang anak. Selain sekolah, keluarga menjadi unsur perdana membangun peringai setiap anak.

Perkembangan moral dan karakter anak kini menjadi pembahasan. Pasalnya, perilaku menyakiti diri sendri dengan dalih depresi kerap terjadi. Berkenaan dengan hal itu, tak mengherankan jika terjadi kasus bunuh diri diusia muda.

Puji Setyowati pun berkomentar bahwa peran ibu dalam memperhatikan kondisi mentak anak adalah yang utama.

“Mau jadikan apa anak kita itu, ibu peranannya, bapak perlu gak? perlu. Tapi paling tidak ibu itu melek mata itu yang pertama dilihat anak,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan, hal-hal yang dilakukan oleh seorang ibu akan menjadi panutan dan membentuk karakter anak-anaknya. Sebab kebiasaan orang tua dalam menjaga diri dan adab akan selalu disoroti oleh anaknya.

“Dan anak ini akan melihat apa saja yang dilakukan ibunya kalo ibunya tiap bangun pagi bangun subuh nyalakan kompor masak terus nyapu anak itu lama-lama juga ngikutin,” tutur Puji.

Kehadiran seorang ibu menjadi unsur penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Selain dari sekolah dan lingkungan masyarakat sudah seyogianya lingkungan hidup anak kerap diperhatikan oleh orang tua.

“Pola hidup perilaku hidup bersih dan sehat tanaman pertama dari orang tua,” katanya.

Legislator itu pun mengingatkan, peran orang tua memiliki presentasi tinggi dalam mendukung dan menciptakan karakter baik pada anaknya.

“Jadi jangan salahkan orang lain jangan salahkan sekolah. Jangan semua dibebankan sekolah. Memang sekolah dan lingkungan ada pengaruhnya. Tapi kalo diliat dari presentasinya pasti lebih dominan dirumah,” tegasnya.

Ia melanjutkan, usia produktif anak dari lahir hingga balita merupakan usia rentan terhadap pembentukan watak dan perilaku yang akan diamati oleh anak.

Baca Juga :  Sebut Reklame Bisa Menjadi Penyumbang PAD Kota Samarinda

“Karena dari usia nol tahun sampai lima tahun usia yang sangat produktif golden eggs itu ada di rumah. Sehingga apa yang dilakukan didalam rumah itu menjadi kaca saat dia menjadi besar ,” tuturnya.

Ia mengimbau, setiap ibu yang memiliki anak untuk tetap menjaga perannya sebagai edukasi utama dalam mendidik dan bosan memperhatikan tumbuh kembangnya.

“Ibu itu ahli psikolog, spesialis kesehatan, ahli pembukuan, chef yang handal. Tugas membesarkan anak adalah kedua-duanya. Tapi pendidikan yang penting pertama kali seribu hari kehidupan bagi bayi adalah ibunya,” tutup Puji Setyowati.

[ADV/RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *