Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahDPRD Prov. KALTIM

Demi Menjaga Keselamatan Siswa, Veridiana Usulkan Pembangunan Pagar di SMA Negeri 1 Long Pahangai

131
×

Demi Menjaga Keselamatan Siswa, Veridiana Usulkan Pembangunan Pagar di SMA Negeri 1 Long Pahangai

Sebarkan artikel ini
Teks: Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang.

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – SMA Negeri 1 Long Pahangai yang berada di Kabupaten Mahulu kini menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Veridiana Huraq Wang.

Pasalnya, kondisi sekolah SMA 1 Long Pahangai saat ini masih belum memiliki pagar. Menurut Veridiana, hal itu sangat berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan siswa serta kedisiplinan seorang siswa.

“Selain itu juga pagar sekolah kan untuk pengamanan siswa yang rentan melakukan bolos sekolah, bahkan hewan ternak sapi juga sampai masuk ke dalam halaman sekolah mereka. Tentu ini mengurangi rasa nyaman dalam belajar,” Kata Veridiana. Selasa,(5/09/23).

Oleh karena itu, Legislator Dapil Kutai Barat dan Mahulu itu memberikan usulan terhadap pembangunan pagar sekolah itu mengingat SMA 1 Long Pahangai merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi  Kaltim.

“Saya usulkan untuk pembangunan pagar sekolah itu dan semoga tahun ini bisa terealisasi,” Tuturnya.

Dengan demikian Politisi PDI-P itu berharap dengan anggaran pendidikan kaltim yang cukup besar, usulannya tersebut dapat diterima dan terealisasi.

“Pembangunan pagar SMA Negeri 1 Long Pahangai ini juga sudah mendapat dukungan dari anggota komisi lainnya yang mengetahui kondisi sekolah tersebut,” Imbuhnya.

Namun, selain mengusulkan pembangunan untuk SMA Negeri 1 Long Pahangai itu Veridian juga meminta agar ada perhatian pemerintah terhadap sekolah yang memerlukan perbaikan infrastruktur.

“Kalau bisa di setiap sekolah yang berada di pedalaman seperti di hutan-hutan itu perlu dilakukan pengawasan oleh anggota kepolisian. Karena saya pernah mendapat laporan warga bahwa ada sekolah yang dibobol oleh orang tidak bertanggung jawab. Barang-barang diantaranya komputer dan perangkat sekolah lainnya yang harga cukup mahal juga dicuri,”Tutupnya.

[RGA/ANZ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *