Teks foto : Ilustrasi warga Kubar Gunakan perahu kecil. (Ist)
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi III Kalimantan Timur (Kaltim) Ekti Imanuel mendorong kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di desa tertinggal di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
“Dengan data terbaru yang menunjukkan bahwa 14 dari 17 desa di Kaltim didominasi oleh desa-desa di Kabupaten Kubar dan Mahulu, saya meminta Pemprov Kaltim untuk meningkatkan alokasi anggaran pembangunan di wilayah tersebut,” ungkapnya, Senin (4/12/2023).
Ekti mengungkapkan bahwa peningkatan pembangunan di desa tertinggal seharusnya menjadi perhatian serius Pemprov. Melihat besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan.
“Ada tiga hal yang perlu ditingkatkan di desa perbatasan atau pelosok, yaitu ketersediaan pelayanan dasar seperti listrik, sarana air bersih, dan akses jalan yang memadai,” imbuhnya.
Menurutnya, di daerah pedalaman Mahakam, terutama akses jalan, listrik, dan air bersih masih kurang atau tidak memadai, sehingga perlu peningkatan.
Ia juga memberikan catatan kondisi luar biasa di Kubar, terutama di Kecamatan Bongan, di mana tidak ada akses jalan darat dan masyarakat hanya dapat menggunakan perahu kecil (klotok) guna menyusuri sungai.
“Ekti menambahkan bahwa di Kubar ada jalan non-status seperti di Long Bagun, serta di Desa Bongan yang akses jalannya masih perlu perbaikan. Hal ini dapat dilakukan melalui anggaran APBN, APBD Provinsi Kaltim, maupun APBD Kabupaten,” pungkasnya.
[ADV/RUL/TSN]












