MEDIAKATA.COM, SAMARINDA- Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Muhammad Samsun, menekankan perlunya pembebasan guru dari beban administratif yang terlalu banyak, dengan alasan tuntutan kurikulum yang menjadi kendala.
“Saat ini, guru menghadapi beban administrasi yang signifikan terkait program merdeka belajar. Meskipun disebut merdeka belajar, namun kenyataannya, guru terbebani oleh tugas administratif yang berlebihan,” ungkapnya Samsun, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, beban administratif terkait kurikulum dapat mengurangi efektivitas pengajaran, mengingat waktu guru seharusnya lebih difokuskan pada kegiatan mendidik siswa.
Samsun menyarankan agar persyaratan administratif dapat ditangani oleh bagian administratif yang khusus, sehingga guru dapat lebih fokus mengajar di kelas.
“Guru seharusnya dapat lebih fokus pada tugas utama mereka, yakni mengajar. Namun, karena beban administratif yang tinggi, mereka terpaksa menghabiskan waktu untuk hal-hal tersebut,” jelasnya.
Legislator Kaltim itu menuturkan, banyak guru mengeluhkan waktu yang terbuang untuk urusan administratif, bahkan seringkali tugas-tugas sekolah tersebut dibawa pulang.
Oleh karenanya, guna menjawab persolan tersebut, ia menekankan perlunya distribusi kewajiban administratif kepada bidang lain yang secara khusus menanganinya.
Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Samsun menekankan pentingnya membangun semangat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas tahun 2045.
“Proses ini harus dilakukan secara bertahap dan mendesak untuk mewujudkan pola pendidikan di Kaltim yang mampu menciptakan SDM yang unggul,” katanya.
Secara khusus, Samsun menyoroti perlunya percepatan program pendidikan lokal di Kaltim, sebagai langkah menyongsong Implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (IKN), sehingga SDM daerah dapat bersaing di tingkat internasional.
“Kita sekarang bersaing bukan hanya di level nasional tetapi juga pada skala internasional,” tandas Samsun.
[ADV/RUL/TSN]













