Melalui Sopser Ke 12 Damayanti Menegaskan Kembali Pentingnya Warga Negara Memperkuat Nilai-nilai Pancasila

MEDIAKATA.COM, BALIKPAPAN – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melakukan penguatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Melalui kegiatan Sosialisasi yang ke 12 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (24/12/2025).

Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, Damayanti, S.Pd menegaskan bahwa Pancasila harus senantiasa hadir dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa.

“Tak hentinya pada kehadiran kami selaku wakil rakyat untuk terus menyuarakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan falsafah hidup bangsa harus lestari dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Damayanti.

Damayanti menyebutkan, sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Terlepas dari apapun profesi kita namun wajib bagi warga negara Indonesia Paham terhadap nilai Pancasila, maka dari sosialisasi ini kami harap pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila semakin kuat dan dapat menerapkannya dalam keseharian,” sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan menjadi wadah untuk meningkatkan penghayatan nilai Pancasila, sekaligus merawat kerukunan dan toleransi masyarakat majemuk.

“Masyarakat Kaltim yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, antargolongan, sosial, ekonomi, budaya, dan kearifan lokal harus terus mendapat pembinaan agar menjadi masyarakat berkarakter dan unggul berdasarkan Pancasila,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Damayanti kembali mengingatkan bahwa tujuan utama pendidikan wawasan kebangsaan adalah penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan, nilai kebangsaan harus optimal berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Ia juga menilai bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar rangkaian kata. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila adalah cerminan cita-cita luhur bangsa Indonesia dan masyarakat harus mampu mengamalkan, agar bangsa dapat maju, berkeadilan, dan sejahtera.

“Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti ‘berbeda-beda tetapi tetap satu.’ Semboyan ini menegaskan bahwa Indonesia mengakui kemajemukan tetapi tetap menjunjung persatuan,” tutupnya.

(Adv/DPRD Kaltim/Sosper/Mh)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *