Kaltim Raih Peringkat 3 Nasional IPM Tahun 2023, Pemprov Fokuskan Transformasi Sosial Dan Pendidikan Vokasi

Dok.Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempersiapkan langkah strategis meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Benua Etam. Dengan memfokuskan transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola, hingga pendidikan vokasi, diharapkan dapat memperkuat daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).

Kaltim terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang pesat seiring dengan perkembangan sektor industri dan pertambangan yang semakin maju dan berkembang. Terlebih, IPM Bumi Etam cukup tinggi, sehingga menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim.

Namun, di balik gemerlapnya pertumbuhan ekonomi, pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama untuk menjaga keberlanjutan dan keseimbangan pembangunan di wilayah ini.

Dalam menghadapi tantangan global dan perubahan ekonomi yang dinamis, investasi dalam pengembangan SDM menjadi kunci utama untuk memperkuat daya saing daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, memandang peringkat ketiga nasional dalam IPM 2023 merupakan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia di wilayah.

“Peringkat tiga secara Nasional di bawah DKI Jakarta dan Jogjakarta. Jadi kita di atas Jawa Timur, Jawa tengah dan daerah daerah lainnya. IPM Kita dengan nilai 78,2,” ungkapnya, Selasa (6/2/2024).

Ia pun menegaskan, bahwa isu utama yang dihadapi oleh Pemprov Kaltim adalah daya saing SDM. Sehingga, menurutnya, upaya strategis perlu dilakukan Pemprov Kaltim adalah mempersiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, khususnya melalui penguatan pendidikan vokasi.

“Bahwa pendidikan vokasi yang akan direvitalisasi itu juga bisa menyokong transformasi ekonomi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dukungan untuk transformasi sosial dan pendidikan vokasi merupakan investasi bagi masa depan, mengingat sepertiga penduduk Kaltim saat ini didominasi oleh Generasi X, Z, dan milenial.

Baca Juga :  Damayanti Gelar Penyebarluasan Raperda Inisiasi Di Lambung Mangkurat

“Saat ini sepertiga penduduk Kaltim didominasi Generasi X dan Z serta milenial. Nah, mereka inilah nantinya menjadi pemain utama dalam pembangunan Kaltim akan datang,” tegasnya.

Sri Wahyuni pun menekankan, pentingnya peran orang tua dan generasi saat ini merencanakan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kaltim, dengan tujuan menuju Indonesia Emas.

Tak hanya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang baik, revitalisasi untuk pendidikan vokasi di Kaltim juga diperlukan. Hal tersebut pun akan dirumuskan oleh pihaknya dalam grand design berbasis kawasan, geospasial dan geo ekonomi.

“Inilah yang harus dijaga secara tepat. Daya saing SDM saat bonus demografi yang diterima betul-betul bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *