MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Alunan melodi klasik yang lahir dari jemari mungil tiga putra-putri daerah Samarinda berhasil memukau publik Tiongkok.
Dalam ajang bergengsi Shanghai Performing Arts Festival 2026 yang digelar awal April lalu, delegasi asal Kota Tepian (julukan Samarinda) ini sukses menorehkan tinta emas dengan membawa pulang sederet penghargaan prestisius.
Ketiga musisi cilik tersebut adalah Brighton Davis Jingga (13), El Given Timothy Tjitojo (9), dan Matali Varuna Wu(8).
Dalam kompetisi tersebut, Brighton Davis Jingga yang menimba ilmu di El’s Music Course sukses meraih Distinction Award kategori Junior B. Rekan sejawatnya, El Given Timothy Tjitojo, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih High Distinction Award kategori Children B.
Sementara itu, Matali Varuna Wu dari Dinda Piano House juga tak kalah saing dengan menyabet Distinction Award kategori Children B.
Guru pendamping sekaligus instruktur piano, Monyta Chrisanti Francisca, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Shanghai membutuhkan dedikasi dan persiapan fisik maupun mental selama delapan bulan.

“Mereka harus melewati kualifikasi ketat di Rhapsody Indonesia Piano Competition sebelum bisa terbang ke Shanghai.
Tantangan terberat adalah mental, karena mereka bersaing dengan peserta tuan rumah Tiongkok yang dikenal sangat ambisius dan memiliki skill tinggi,” ujar perempuan yang akrab disapa Sisca tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Di panggung megah tersebut, Brighton membawakan komposisi sulit Nocturne in C Sharp Minor karya Chopin.
El Given memukau juri lewat Clementi Sonatina Op 36 No 3, sedangkan Matali tampil anggun membawakan Sparkling Splashes and Smooth Water.
Prestasi ini menjadi momen emosional bagi Kalimantan Timur.
Brighton, El Given, dan Matali membuktikan bahwa talenta daerah mampu sejajar dengan musisi kelas dunia. Kini, nama Samarinda kian diperhitungkan di panggung seni internasional, tidak lagi hanya dikenal melalui kekayaan sumber daya alamnya.
Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Bumi Etam untuk berani bermimpi besar dan percaya diri menunjukkan identitas bangsa di level global.













