Samsun Apresiasi Petani Kampung Putak Atas Kelola Sawah Di Lereng Gunung

Dok.Persawahan Kampung Putak Kutai Kartanegara. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA– Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun memberikan apresiasinya kepada pada petani Kampung Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang masih mau menjaga tradisi tanam padi di lereng gunung.

Lereng gunung adalah bagian permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan tertentu dengan struktur tanah horizontal. Kehadiran lereng gunung dapat terjadi dikarekan kondisi geografis ataupun hasil buatan.

Namun, apa jadinya jika lereng gunung dijadikan lokasi menanam padi oleh petani. Seperti halnya yang dilakukan oleh lara petani Kampung Putak Kukar.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, mengungkapkan kekagumannya akan inovasi tanam padi yang tidak biasa dilakukan oleh petani pada umumnya.

“Saya sempat mengikuti penanaman padi yang tidak biasa karena ditanam di lereng gunung yang terjal. Petani di Kampung Putak patut mendapat apresiasi yang tinggi,” ungkapnya Samsun, Selasa (14/11/2023).

Menurutnya Samsun, metode tersebut dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim. Tak hanya itu, lereng gunung sebagai lahan tanam tersebut, pun juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata Kaltim.

Legislator Kaltim itu pun menuturkan, bahwa warga Putak sedang berupaya untuk mengembangkan aktifitas tanam padinya sebagai salah satu objek wisata Kabupaten Kukar.

“Di Kampoeng Wisata Putak terdapat Batu Dinding Tapa, air terjun jantur Bukit Sekilo, Goa Maria Bukit Rahmat, pentas seni tari Dayak Tunjung-Benuaq, kerajinan tangan Sulam Tumpar, dan pesta panen padi gunung dan Nutuq Bahapm,” katanya.

Legislator daerah pemilihan Kukar tersebut, menyebutkan beberapa objek wisata yang sedang dikembangkan memiliki nilai keindahannya tersendiri. Seperti Batu Dinding Tapa yang dikelilingi keindahan alam berupa tebing bebatuan dan hutan rimbun lebat.

Lanjutnya, ada juga air terjun Jantur Bukit Sekilo di Putak dengan ketinggian 20 meter keatas, yang membentuk kolam dibawahnya.

“Hal menarik lain, tentu saja pesta Seni Tari Dayak Tunjung-Benuaq, sebagai budaya pertunjukan tari tradisional oleh masyarakat setempat,” urainya.

Selain keindahan alam, Politisi Fraksi PDI P itupun menuturkan, terdapat budaya adat yang tidak lepas menjadi perhatiannya. Yaitu pesta Panen Padi Gunung dan Nutuq Bahapm. Yang diisi dengan upacara adat oleh masyarakat Putak sebagai sajian wisata budaya saat dilaksanakan proses pemanenan padi di gunung.

“Upacara itu merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen. Masyarakat juga membuat Bahapm, yaitu kuliner dari ketan muda yang dimasak dengan santan dan gula merah,” pungkasnya Muhammad Samsun.

[ADV/RUL/TSN]

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *