Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPRD Prov. KALTIM

Legislator Kaltim Minta Masyarakat Wujudkan Damai Partisipatif Saat Pemilu 2024

67
×

Legislator Kaltim Minta Masyarakat Wujudkan Damai Partisipatif Saat Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

Teks foto : Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA- Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Jahidin, meminta masyarakat benua etam untuk memberikan suaranya, kepada para calon saat Pemilu 2024 dengan situasi damai dan partisipatif.

Seperti yang telah diketahui, Pemilu 2024 merupakan ajang kompetisi para calon pemimpin pemerintahan tahun 2024-2029, yang dipilih melalui pemilihan umum secara serentak di tahun mendatang.

Saat itu, seluruh masyarakat di indonesia termasuk wilayah Kaltim, harus menggunakan hak pilihnya untuk memilih DPR RI, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Jahidin, mengungkapkan saat kontestasi pemilihan para pemimpin, layaknya para masyarakat untuk saling menghargai para calon. Bukan menjelekkan namun mendukung.

“Kita harus menghormati dan menghargai setiap calon yang maju, termasuk calon legislatif perempuan. Itu adalah bukti Kaltim adalah daerah demokratis yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga negara,” ungkapnya Jahidin, Kamis (16/11/2023).

Sebagai anggota DPRD Kaltim, Jahidin menekankan ketika pelaksanaan dalam Pemilu nanti, dapat dilaksanakan secara damai dan partisipatif di wilayah Kaltim.

“Kita juga harus menjaga suasana kondusif di tengah persaingan tiga calon presiden,” urainya Jahidin.

Menurut Jahidin, kesuksesan Pemilu 2024 bergantung pada nilai demokrasi yang sehat, yang dilaksanakan oleh para tim sukses para calon. Lanjutnya, Tim Sukses adalah pondasi calon dengan tawaran visi, misi, dan hal-hal bermanfaat lainnya yang ditujukan kepada masyarakat luas.

“Jangan sampai ada saling menjelek-jelekkan. Itu akan merusak citra demokrasi kita. Kita harus mengedepankan sikap santun, toleran, dan saling menghormati,” urainya.

Politisi Fraksi PKB itu menuturkan, bahwa berdasarkan data pemilih tahun 2019, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya di Kaltim masih tergolong tinggi. Yaitu sekitar 30-40 persen di Samarinda dan Kukar.

“Kita semua berharap masyarakat yang sudah punya hak pilih agar betul-betul menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik. Jangan golput. Golput itu tidak ada pendirian yang tegak. Sebagai warga negara, kita harus ikut menyumbangkan suara kita,” ujarnya.

Legislator daerah pemilihan Samarinda itu pun berharap, kolaborasi antara pemerintah, partai politik, tim sukses, masyarakat, dan media massa, terus terikat guna menciptakan kondisi pemilu 2024 yang damai dan partisipatif.

“Siapa pun yang terpilih nantinya di antara para calon, ada kelebihan dan kekurangan sebagai manusia. Tapi dari mereka itu, ada yang dianggap terbaik oleh masyarakat. Itu kembali kepada para pemilih masing-masing untuk menilainya,” pungkasnya.



[ADV/RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *