AdvertorialDPRD Kab. KutimKabupaten Kutai Timur

Faizal Sebut Kecamatan Kaubun Sebagai Contoh Nyata Kesulitan Akses Air Bersih

868
×

Faizal Sebut Kecamatan Kaubun Sebagai Contoh Nyata Kesulitan Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Faizal Rachman

Sangatta – Permasalahan kritis terkait pemenuhan air bersih di Kabupaten Kutai Timur menjadi sorotan serius anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman.

Menurutnya, tantangan tersebut terutama terlihat di 139 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Rachman, yang mewakili Partai PDI-Perjuangan, menggambarkan situasi di Kecamatan Kaubun sebagai contoh nyata dari kesulitan akses air bersih.

Meskipun beberapa desa di pusat kecamatan, seperti Bumi Etam, Bumi Rapat, dan Bumi Jaya, sudah menikmati pasokan air bersih dari PDAM, desa-desa lainnya masih belum mendapatkan pelayanan serupa.

Air bersih, sebagai kebutuhan pokok masyarakat, menjadi fokus utama. Di Kecamatan Kaubun, satu-satunya harapan terletak pada mata air Kandungan Bukit Permata.

Namun, proses pemenuhan air bersih dari sumber ini dipandang sebagai tantangan besar karena akses yang sulit.

Faizal Rachman menyampaikan kekhawatirannya, “Mengandalkan mata air ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di 8 desa di Kecamatan Kaubun akan sulit. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif lain,” terangnya.

Sebagai solusi, politisi tersebut mengusulkan penerapan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Program ini sebelumnya telah dijalankan oleh pemerintah daerah dan diharapkan dapat dikelola secara langsung oleh pemerintah desa. Tujuannya adalah memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi secara efektif.

Harapannya, usulan ini dapat menjadi langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan serius pemenuhan air bersih di Kutai Timur.

Dengan demikian, diharapkan setiap desa di kabupaten ini dapat segera memiliki akses yang memadai terhadap air bersih, meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *