Dok. Ilustrasi Rumah Mewah The Premiere Hills di Samarinda. (Ist)
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda tengah berupaya melakukan pemantauan intensif terhadap realisasi janji dari pengembang properti The Premiere Hills. Dengan pergeseran penahan tanah di kawasan M Said, diharapkan dapat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
The Premiere Hills, merupakan hasil pengembangan dari Bukit Mediterania Samarinda, sekaligus merangkul sebagau ikon baru di Kota Tepian. Proyek tersebut bukan hanya mencerminkan keberhasilan Agung Podomoro, tetapi juga menandai komitmennya dalam mendukung rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.
Dengan menghadirkan konsep Green Living bergaya Mediterania Eropa Selatan, The Premiere Hills tidak hanya menjadi proyek properti, melainkan juga sebuah wujud nyata dari keanggunan, dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia yang menjadikannya semakin luar biasa.
Namun, dalam mewujudkan hal itu tidaklah mudah. Pasalnya, proyek tersebut juga menimbulkan pergesekan dengan warga sekitar yang dapat menimbulkan kerugian dan bahkan berdampak pada lingkungan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda Sam Syaimun menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen akan terus mengawasi perkembangan proyek tersebut.
“Jangan sampai komitmen itu tidak terlaksana, mengingat dampaknya kepada rumah warga sekitar. Kami akan terus mengawasi dan menindaklanjuti perkembangan kasus ini,” tegasnya Sam, Jumat (5/1/2024).
Lanjutnya, sebagai proyek yang digadang akan mendukung IKN Nusantara tersebut, Pemkot Samarinda berharap, tujuan pengembang yakni The Premiere Hills tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
“Kami harap pengembang bisa bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan oleh proyeknya. Jangan sampai ada korban jiwa atau kerugian materi yang lebih besar lagi,” tambahnya.
Sam menuturkan, bahwa pihak Pemkot telah melakukan pertemuan dengan pengembang The Premiere Hills. Dalam rapat tersebut, perusahaan telah menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, sebagai konsekuensi proyek yang dijalankannya.
“Tinggal bagaimana pengembang tersebut menjalankan komitmennya. Kami akan terus memantau dan mengawal prosesnya,” harapnya Sam.
Sementara itu, Senior Project Manager The Premiere Hills Novi Sunarsadmoko, mengungkapkan kesenangannya atas undangan dan kesempatan dari Pemkot Samarinda untuk mengklarifikasi permasalahan yang ditimbulkan.
Novi membeberkan, bahwa pergeseran penahan tanah pada waktu lalu telah menyebabkan dorongan terhadap rumah warga yang berbatasan dengan proyek The Premiere Hills.
Lanjutnya, ia menuturkan bahwa tim geoforce dan tim proyek telah melakukan pemantauan dan perhitungan yang rapi. Meskipun telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disusun pihaknya, tapi nyatanya pergeseran tersebut terjadi diluar dari perhitungan.
“Sejak dari awal tim geoforce telah melakukan geoscan yang dilakukan di beberapa lokasi sehingga saat dibuat penahan tanah sudah berdasarkan penghitungan dan dijalankan dengan penuh kehati-hatian,” imbuhnya.
Novi menambahkan, perusahaan telah siap membantu dengan mengevakuasi warga, menyediakan tempat tinggal sementara, dan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak pergeseran penahan tanah. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kejadian diluar kendali pihaknya.
“Saat ini sedang dalam proses untuk membebaskan lahan dengan membeli tiga rumah terdampak, sehingga keamanan warga tetap terjaga,” bebernya.
Sebagai pihak pengembang, ia menegaskan, perusahaan juga telah menyiapkan skema teknis untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Terlebih, tindakan tersebut juga sebagai bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan terhadap wilayah proyeknya.
“Kami berkomitmen tinggi di mana setiap pembangunan memiliki tanggung jawab penuh baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” pungkasnya.
[RUL/TSN]













