Dok.Kondisi tumpukan sampah di Jalan Cendana akibat tidak adanya TPS tetap. (Ist)
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mengajak seluruh masyarakat Kota Tepian untuk mendukung program Zero Waste dengan memilah sampah sebelum dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS).
Dalam upaya melindungi lingkungan dan mengatasi permasalahan sampah, menerapkan prinsip zero waste menjadi langkah yang krusial untuk dilakukan.
Pasalnya, permasalahan sampah di Samarinda tidak kunjung selesai, mengingat sampah kerap menumpuk di setiap TPS yang ada. Padahal, truk angkut sampah rutin membersihkannya.
Berkaca dari persoalan tersebut, DLH Samarinda berencana akan menutup beberapa TPS kecil dan menggabungkannya menjadi TPS yang lebih besar. Hal tersebut dilakukan, dengan tujuan menerapkan Zero waste untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar mengungkapkan, guna mendukung program tersebut, mestinya masyarakat sadar untuk memilah sampah terlebih dahulu sebelum membawanya ke TPS.
“Mestinya masyarakat harus memilah sampah dari rumah, sebelum dibuang ke TPS,” ungkapnya Boy, Kamis (18/1/2023).
Menurut Peraturan Daerah (Perda) Samarinda Nomor 5/2021 tentang Pengolahan Sampah, ia menjelaskan, kepatuhan terhadap aturan pengolahan sampah sangat penting. Dalam hal ini, warga harus memilah sampah terlebih dahulu. Apalagi, bagi yang melanggar dapat dikenakan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Misal, warga bisa saja dikenakan sanksi karena tidak memilah sampah terlebih dahulu. Sesuai tingkat pelanggarannya,” jelasnya.
Guna menerapkan program Zero Waste, ia mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah dari rumah sejak dini. Apalagi sampah rumah tangga, dianggap sebagai langkah awal yang paling krusial untuk dipilah.
“Kalau mau mendukung zero waste, masyarakat harus punya tingkat kesadaran yang cukup tinggi dalam membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga lingkungan di sekitarnya,” imbuhnya.
Sebagai penutup, DLH Samarinda akan melakukan penutupan TPS kecil secara bertahap, dengan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Menurutnya, tingkatan tertinggi dalam pengelolaan sampah ada di tingkat masyarakat.
“Karena level tertinggi pengelolaan persampahan adalah pemilahan dari sumbernya. Jadi bukan generator yang membakar sampah atau mesin-mesin itu. Jadi kalau mau menuju ke zero waste, harus pengelolaan sampah dari rumah,” pungkasnya.
[RUL/TSN]













