Dok.Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Faisal saat menyampaikan interupsi terkait bajir. (Nuraini/Mediakata.com)
MEDIAKATA.COM, Bontang – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang Faisal angkat suara terkait permasalahan bajir di Kota Bontang yang hingga kini masih menjadi polemik bagi masyarakat. Ia menyebut, kesalahan perencanaan tata ruang kota menjadi salah satu penyebab tersebesar.
Ia mengatakan, permasalahan banjir di Bontang, merupakan akibat dari kesalahan perencanaan tata ruang kota yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Yakni, pembangunan infrastruktur yang tidak ramah lingkungan, dan cenderung mengabaikan faktor-faktor alam.
“Perlu di evaluasi, pembangunan yang dilakukan. Pemerintah harus melihat permasalahan ini secara menyeluruh,” ungkapnya saat rapat paripurna DPRD Bontang, Kamis (8/8/2024).
Menurutnya, faktor alam harus diperhatikan dalam rangka menyusun rencana tata ruang kota. Agar, dalam keberlanjutannya, tidak menimbulkan masalah seperti banjir akibat, drainase yang tidak proporsional, sungai yang tersumbat dan penyebab lainnya.
Selain itu, ia juga mendorong agar masyarakat Kota Bontang secara aktif memberikan informasi dan masukan kepada pemerintah kota agar penanganan banjir bisa lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
“Kalau penanganan banjir ini, dilakukan secara terstruktur dan responsif. Pastinya sangat membantu meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” imbuhnya.
Keaktifan dan Keterlibatan masyarakat, dan respons cepat pemerintah, menurutnya adalah kunci utama dalam mengatasi masalah banjir di Bontang.
“Kita berharap tindakan konkret segera diambil demi kesejahteraan warga. Solusi jangka panjang yang berkelanjutan harus menjadi prioritas dalam penanganan banjir di Bontang,” pungkasnya.
Adv/NR/86








