Momentum Hardiknas, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Sistem Pendidikan

MEDIAKATA.COM,  SAMARINDA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei kembali menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini dinilai sangat relevan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah, termasuk di Kota Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menilai sektor pendidikan memegang peranan penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, target tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitas pendidikan yang merata.

“Yang pasti kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai itu, tidak bisa tidak, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat utama,” Kata Ismail.

Karena itu, ia berharap peringatan Hardiknas tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga mendorong langkah konkret dalam pembenahan sistem pendidikan, termasuk penerapan kurikulum baru yang kini mulai dijalankan di sejumlah sekolah.

Di sisi lain, Ismail juga menyoroti persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer di sekolah swasta. Ia menyebut masih ada guru yang menerima penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan, jauh di bawah standar Upah Minimum Kota (UMK). Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pembenahan dunia pendidikan. Salah satunya adalah pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah pinggiran agar memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan sekolah di pusat kota. Ia menilai kebijakan zonasi menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Baca Juga :  Prioritaskan Lingkungan, Andriansyah Ungkap Alasan Utama Fokus Tangani Persoalan Sampah Samarinda

Selain itu, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan juga dianggap penting untuk menunjang mutu pengajaran. Tak kalah penting, dunia pendidikan juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, kurikulum pendidikan harus terus menyesuaikan perkembangan zaman agar peserta didik tidak tertinggal dan mampu bersaing di masa depan, terutama dalam menyambut generasi emas tahun 2045.

Ia pun berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas di Kota Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *