MEDIAKATA.COM, PASER – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah yakni Abdurrahman KA, SM., sapaan akrabnya yang kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-7 yang berlangsung di lingkungan Pepara RT 05 Kelurahan Pepara, Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser pada Selasa (29/7/2025).
Pada kesempatan tersebut mengangkat tema “Keterkaitan antara Politik dan Kesejahteraan Sosial”. Tengah kegiatan hadir sebagai narasumber Kepala Disdikbud Jauhari, S.Pd, M.Pd dan Jamaluddin selaku pengamat Politik Daerah, serta di Moderatori oleh Misbahuddin dan para peserta RT 05 dan warga sekitar.
Dalam pemaparannya, Legislator PKB itu menjelaskan bahwa kegiatan PDD merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Permendagri Nomor 36 Tahun 2010, serta keputusan DPRD Provinsi Kaltim mengenai fasilitasi pendidikan politik.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tentang demokrasi politik dan ekonomi dalam kerangka Pancasila.
“Perlu diketahui Bapak/Ibu bahwa Demokrasi politik menekankan kedaulatan rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945, seperti hak pilih, kebebasan berpendapat, dan keterlibatan masyarakat dalam kebijakan,” ujar Abdurrahman.
Abdurrahman juga menyampaikan peran penting dari Legislatif dan Eksekutif selaku perumus dan pelaksana kebijakan untuk kesejahteraan sosial.
“Politik adalah alat untuk menyalurkan kebijakan sosial seperti subsidi, bantuan, dan layanan publik. Stabilitas politik yang baik akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Jauhari, S.Pd, M.Pd, menyampaikan konsensus kesejahteraan yang wajib dicapai oleh pemerintah sebagaimana di atur dalam konsep Welfare state.
“Hal menarik dari welfare state atau negara kesejahteraan ini bisa kita melihat negara-negara Skandinavia yang memiliki sistem jaminan sosial terbaik, sementara Indonesia mulai menerapkan konsep serupa lewat program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang dapat meringankan masyarakat “. Ujarnya.
Jauhari juga mendorong warga agar lebih aktif menjaga kesehatan, tidak hanya menunggu sampai sakit.
“Biasanya baru ke puskesmas kalau sudah pegal, sakit, atau merasa sedih. Padahal pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab bersama warga, sekaligus ajakan untuk bersama membangun kesadaran politik dan kesehatan demi kesejahteraan bersama.
Adv/pdd/YS.













