MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Rencana rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Samarinda yang membahas pengelolaan Big Mal Samarinda terpaksa ditunda. Penundaan ini akibat listrik di gedung dewan yang padam. Namun, bahasan utama RDP tak ikut padam, yakni adanya outlet yang beroperasi di area yang sebelumnya menjadi lokasi awal kebakaran pada Juni 2025 lalu.
Keberadaan gerai tersebut dipersoalkan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng. Ia menegaskan bahwa seharusnya pengelola Big Mal mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dengan menutup area terdampak hingga seluruh masalah selesai ditangani.
Ronal mengatakan, saat mengunjungi tempat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Untung Suropati tersebut beberapa hari lalu, ia menemukan satu outlet di lantai tiga yang tetap buka, meskipun lantai tersebut menjadi titik terjadinya kebakaran. Sikap pengelola Big Mal lantas dipertanyakan.
“Dua hari lalu (17 Agustus 2025) saya lihat sendiri ada outlet yang buka di lantai tiga, padahal itu lokasi kebakaran. Kenapa bisa begitu?” ujar Ronal saat ditemui pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Ronal menilai, pengelola seharusnya mengetahui situasi tersebut dan menjadikannya sebagai catatan penting. Ia mengingatkan agar tidak ada aktivitas di lokasi kejadian sebelum seluruh persoalan diselesaikan dan prosedur keamanan (safety) dipenuhi.
Namun, jawaban yang diberikan pihak Big Mal disebut tidak jelas. Dikatakan Ronal, mal beralasan karena ada warga mau berbelanja di lantai tersebut, serta adanya pintu yang terbuka dari salah satu sisi bangunan yang terhubung dengan mal.
“Bagi kami, jawaban itu tidak masuk akal karena yang saya tanyakan kenapa ada outlet yang terbuka di lokasi kebakaran. Itu inti persoalannya, bukan soal kemauan belanja warga,” tegas Ronal.
Pada kesempatan yang sama, Ronal meminta kepada pihak pengelola agar tidak terburu-buru membuka aktivitas perdagangan di area tersebut.
“Kalau memang ada warga yang ingin belanja, sebaiknya dialihkan ke outlet di lantai satu atau dua. Tidak perlu membuka di area yang masih dalam evaluasi,” katanya.
(Adv/SMD/YS)*













