MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – 57 rumah di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, mulai dibongkar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Selasa (21/10/2025).
Proses eksekusi bangunan yang berdiri di atas aset milik Pemkot Samarinda itu turut disaksikan oleh Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra.
Saat ditemui di lokasi, Samri memilih berhati-hati dalam memberikan pernyataan.
Ia mengaku berada dalam posisi dilematis antara mendukung langkah pemerintah dan merasakan empati terhadap warga yang harus kehilangan tempat tinggal setelah puluhan tahun menetap di kawasan tersebut.
“Saya agak sulit menjawabnya. Di satu sisi kita harus mendukung program pemerintah, tapi di sisi lain ada masyarakat yang sudah puluhan tahun tinggal di sana dan kini kehilangan rumah,” ujar Samri dengan nada prihatin.
Konflik antara warga dan Pemkot Samarinda di kawasan Baqa disebut telah berlangsung cukup lama. Proses mediasi juga sempat dilakukan untuk mencari jalan tengah antara kedua belah pihak.
Kendati demikian, berdasarkan hasil verifikasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), lahan tersebut sah tercatat sebagai aset Pemkot Samarinda.
“Masyarakat sempat meminta bukti kepemilikan lahan. Setelah BPKAD menunjukkan dokumennya ke DPRD, memang benar lahan itu milik Pemkot,” terang Samri.
Keputusan pembongkaran ini pun dilakukan sesuai kesepakatan mediasi, di mana warga bersedia meninggalkan lahan setelah pemerintah menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Meski memahami dasar hukum tindakan tersebut, Samri tetap menyoroti nasib warga pasca penertiban.
Ia menilai, Pemkot perlu memikirkan langkah lanjutan agar masyarakat terdampak bisa segera mendapat tempat tinggal yang layak.
Sebagai bentuk perhatian, Pemkot Samarinda dikabarkan memberikan dana kerahiman sebesar Rp9 juta bagi setiap kepala keluarga untuk membantu biaya sewa rumah setelah pembongkaran.
“Semoga dana kerahiman ini bisa bermanfaat bagi warga, tapi kalau bisa ya ditambah lagi. Dengan kondisi sekarang, Rp9 juta itu tidak akan bertahan lama,” harapnya.
(Adv/DPRD Samarinda/Ya)*













