Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Pengawasan Lingkungan

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Aktivitas prostitusi terselubung kembali terdeteksi di kawasan eks Lokalisasi Loa Hui dalam razia yang digelar Satpol PP Samarinda.

Sebanyak 122 perempuan tanpa identitas diamankan, seluruhnya merupakan pendatang dari luar kota.

Lokalisasi ini sebenarnya sudah ditutup sejak 2016. Namun penertiban terbaru menunjukkan bahwa praktik serupa kembali berjalan, memunculkan tanda tanya besar soal efektivitas pengawasan.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai kembalinya aktivitas prostitusi di kawasan tersebut merupakan bukti bahwa fungsi pengawasan belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau pengawasan Satpol PP konsisten, seharusnya aktivitas seperti ini tidak muncul lagi,” tegasnya

Menurutnya, pengawasan yang tidak berkelanjutan membuat Loa Hui kembali hidup setelah sekian lama ditutup. Ia menegaskan perlunya koordinasi lebih kuat antara pemerintah kota, Satpol PP, dan pihak-pihak terkait untuk mencegah aktivitas ilegal berulang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda, Mochamad Arif Surochman, menyebut pihaknya masih mendalami identitas para perempuan yang terjaring. Karena seluruhnya berasal dari luar daerah, proses tindak lanjut memerlukan verifikasi lintas instansi.

“Langkah pembinaan tetap ada, karena bagaimana pun tempat itu sudah ditutup. Aktivitas di sana jelas ilegal,” ujarnya.

Arif menambahkan, pendataan sedang berlangsung dan dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan menentukan langkah berikutnya, termasuk membuka data pengelola dan penghuni yang terlibat.

Anhar juga mengingatkan bahwa penegakan aturan tidak cukup hanya dengan razia. Menurutnya, pemerintah harus memastikan pembinaan sosial berjalan efektif agar para pekerja tidak kembali ke kegiatan serupa.

(Adv/DPRD Samarinda/Pc)*

Penulis: PancaEditor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *