Pelabuhan Kenyamukan Didorong Rampung, Disperindag Kutim Optimis Pangkas Biaya Distribusi

Teks Foto : Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady/Ist.

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Bagi banyak keluarga di Kutai Timur, persoalan mahalnya bahan pokok bukan lagi sekadar angka di pasar, melainkan tekanan ekonomi harian yang terus bertambah. Pemerintah daerah menyadari bahwa sebagian besar persoalan tersebut berakar pada tingginya biaya distribusi. Karena itu, percepatan Pelabuhan Kenyamukan kini menjadi harapan baru untuk menghadirkan harga yang lebih manusiawi bagi warga.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan bahwa selama ini masyarakat Kutim menanggung biaya logistik berlapis. Barang harus masuk dari Surabaya atau Sulawesi, diturunkan di Bontang atau Samarinda, baru kemudian diangkut lagi ke Kutim.

“Kalau satu mata rantai terlambat, yang tertekan pertama itu ya rumah tangga kecil,” ujarnya.

Menurutnya, program tol laut yang digagas pemerintah pusat sebenarnya sudah siap dimanfaatkan, tetapi tanpa pelabuhan yang benar-benar berfungsi, manfaatnya belum bisa dirasakan. Banyak warga berharap pelabuhan ini dapat memperpendek rantai distribusi.

“Begitu kapal bisa masuk langsung ke Sangatta, beban harga otomatis lebih ringan,” katanya.

Pembangunan Kenyamukan kini memasuki tahap akhir, namun sejumlah fasilitas pendukung masih perlu penyempurnaan. Tanpa fasilitas bongkar muat, akses darat yang memadai, dan sistem logistik yang rapi, harga pangan tetap akan bergerak liar.

“Harga mahal itu bukan karena pedagang jahat, tapi karena biaya yang harus mereka bayar ikut membengkak,” imbuhnya.

Selain stabilitas harga, Dony menilai percepatan pelabuhan penting untuk memastikan pasokan tidak terputus. Menurutnya, penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan tersebut juga merupakan harapan besar warga Kutim.

“Kelangkaan barang selalu memukul masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak punya ruang finansial untuk menghadapi lonjakan harga mendadak,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Editor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *