MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota memaksimalkan upaya menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai strategi utama untuk mencapai target penerimaan hingga akhir tahun anggaran. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan menambah jenis pungutan baru yang dapat membebani masyarakat maupun pelaku usaha.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai perkembangan realisasi PAD pada pertengahan tahun masih berada dalam jalur yang sesuai dengan perencanaan. Karena itu, perhatian pemerintah sebaiknya diarahkan pada optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang telah ada agar seluruh potensi penerimaan dapat masuk ke kas daerah.
Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada besarnya target yang ditetapkan, tetapi juga pada kualitas tata kelola penerimaan. Sistem pengawasan yang baik, didukung pendataan yang akurat dan pengelolaan yang transparan, akan memperkecil peluang terjadinya kebocoran pendapatan.
Selain memperkuat pengawasan, koordinasi antarlembaga dan organisasi perangkat daerah juga dinilai penting untuk memastikan setiap sektor penyumbang PAD bekerja secara optimal. Evaluasi berkala terhadap mekanisme pemungutan dan pelaporan penerimaan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah.
Komisi II DPRD juga menekankan bahwa peningkatan pendapatan seharusnya tidak mengorbankan iklim investasi maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, pembenahan sistem dianggap sebagai solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan kebijakan yang berorientasi pada penambahan beban pajak atau retribusi.
Dengan memanfaatkan seluruh potensi penerimaan yang tersedia dan memperbaiki tata kelola pendapatan, DPRD optimistis target PAD Kota Samarinda tetap dapat dicapai. Langkah tersebut sekaligus diharapkan memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik.
(Adv/DPRD Kota Samarinda)













