DPRD Minta Penguatan Literasi Dilakukan dari Sekolah hingga Keluarga

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Upaya memperkuat budaya literasi di Kota Samarinda memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Pengembangan minat baca dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sekolah ataupun Dinas Perpustakaan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan belajar anak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai fasilitas perpustakaan daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Koleksi maupun variasi buku yang tersedia belum mampu menyamai perpustakaan tingkat provinsi maupun nasional sehingga akses masyarakat terhadap sumber bacaan masih perlu diperluas.

Menurutnya, peningkatan literasi harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga perlu saling mendukung agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih baik dalam memperoleh pengetahuan.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah sekolah mulai melakukan pembenahan perpustakaan dengan menempatkannya pada lokasi yang mudah dijangkau siswa serta meningkatkan kualitas layanan. Berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu ketika perpustakaan sering diposisikan layaknya ruang penyimpanan, kini keberadaannya semakin diperhatikan sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan.

Sekolah juga didorong untuk memenuhi standar pengelolaan perpustakaan melalui proses akreditasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas koleksi, pelayanan, dan kenyamanan ruang baca sehingga dapat mendorong minat membaca peserta didik.

Meski demikian, pemerataan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah. Sri Puji menyebut sebagian besar SMA telah memiliki sarana yang relatif baik, sedangkan banyak SD dan SMP masih menghadapi keterbatasan ruang maupun koleksi bacaan.

Selain sarana fisik, kekurangan tenaga pustakawan juga dinilai menjadi kendala. Terbatasnya sumber daya manusia menyebabkan pengelolaan perpustakaan, baik di sekolah maupun yang berada di bawah pemerintah daerah, belum berjalan secara optimal.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya diartikan sebagai aktivitas membaca buku. Kemampuan memahami informasi, mengamati lingkungan, berpikir kritis, serta mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa juga merupakan bagian dari literasi yang perlu terus dikembangkan.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Samarinda Lakukan Inspeksi Mendadak Ke Lapangan Terkait Dampak Lingkungan

Sri Puji menambahkan bahwa keluarga memegang peranan paling mendasar dalam membangun budaya membaca. Orang tua diharapkan memberi teladan melalui kebiasaan membaca, membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, serta mengajak anak belajar dari lingkungan sekitar agar budaya literasi tumbuh sejak usia dini.

(Adv/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *