Dishub Samarinda Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Demi Revitalisasi Pasar Pagi

Dok.Dishub Samarinda bersama tim monitoring lokasi jalan KH. Khalid yang direncanakan akan ditutup. (Syahrul/MEDIAKATA).

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda berencana melakukan penyesuaian lalu lintas untuk mendukung upaya revitalisasi Pasar Pagi di Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota. Rencana tersebut melibatkan pengalihan arus kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan KH Khalid sebagai upaya mendukung pembongkaran revitalisasi pasar.

Guna mendukung proyek Revitalisasi Pasar Pagi, Pemerintah Kota melalui Dishub Samarinda berupaya memberikan kebijakan pengalihan arus kendaraan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan keamanan proyek.

Pengalihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar lokasi proyek pembangunan, tetapi juga memberikan prioritas bagi kelancaran aktivitas konstruksi.

Menurut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Samarinda Didi Zulyani, rekayasa lalu lintas tersebut akan mengalihkan kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan KH Khalid. Sebab, di rasa tidak memungkinkan ke kanan langsung ke Jalan Mas Temenggung karena akan terlibat langsung oleh aktifitas pembangunan.

“Kami mau bikin rekayasa lalu lintas jalan untuk jalur ini dikarenakan kan mau ada pembongkaran pasar pagi. Jadi kita mau atur rekayasa lalu lintasnya di sekitar jalur jalan Tumenggung ini. Jadi ada kemungkinan orang dari arah Jenderal Sudirman tidak bisa ke sini ,” ungkapnya, Kamis (18/1/2024).

Menurut penjelasannya, Jalan Temenggung ke Jalan Gajah Mada akan ditutup, dan pengendara dari Jalan Temenggung harus melalui Jalan Abdullah Maritsi jika ingin menuju Jalan Niaga Barat.

Terkait aktivitas di beberapa toko atau ruko di Jalan Temenggung, lanjutnya Didi, rekayasa lalu lintas tersebut dinilai tidak akan mengganggu. Pasalnya, jalur tersebut tidak ditutup secara total, namun hanya sebatas pengalihan.

Baca Juga :  Tok ! DPRD Bersama Pemkot Samarinda Sahkan 2 Peraturan Daerah

“Kita mengurangi arus kendaran orang melewati jalur ini kecuali memang ada kepentingan di jalur ini. Misalnya ke hotel atau Pegadaian jadi gitu. Kita turun lapangan sekaligus monitoring keliling gitu, kalau ada kebutuhan warga kita akan tangani” imbuhnya.

Selain itu, ia mengungkapkan, pihaknya akan mensosialisasikan ke masyarakat berkaitan dengan rekayasa lalu lintas sekitar pembangunan revitalisasi Pasar Pagi. Ia pun menegaskan, tim lapangan akan mengawal serta menilai efektivitas kebijakan tersebut, dan akan mengevaluasi ketika terdapat hal yang merugikan.

“Targetnya pekan keempat Januari akan dimulai. Kita juga akan evaluasi, kalau memang model pengalihan ini menimbulkan keluhan kaya kemacetan misalnya,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus menunggu izin dari Satlantas Polresta Samarinda untuk menjalankan rekayasa lalu lintas tersebut.

“Kita mau koordinasi dulu dengan Satlantas sama yang bersangkutan, baru kita tutup. Sambil sosialisasi dulu, dan nunggu kejelasan kapan waktu pembongkaran pasar,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *