Dok.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Ist)
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan arahan kepada Tim Tenaga Kesehatan (Nakes), mulai dari Puskesmas hingga Klinik Kesehatan Pemerintah, untuk bersiaga memantau kesehatan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada saat Pemilihan Umum (Pemilu) berlangsung di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dalam upaya mengantisipasi potensi risiko kesehatan anggota KPPS yang mungkin timbul selama Pemilu, Dinkes Kaltim telah memberikan arahan kepada tim Nakes untuk bersiaga memantau kesehatan anggota pelaksana di setiap TPS yang ada.
Pasalnya, Pemilu yang akan berlangsung besok, selain menjadi momentum krusial bagi demokrasi, juga dimungkinkan dapat mempengaruhi kesehatan semua pihak yang terlibat. Oleh karenanya, kesehatan tetap menjadi skala prioritas yang perlu diawasi.
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi kepada Dinkes Kabupaten/Kota untuk menjadikan kesehatan anggota KPPS adalah prioritas. Sehingga, kehadiran tim Nakes yang siaga di setiap lokasi pemungutan suara menjadi kebutuhan yang penting untuk dipenuhi.
“Selama tiga hari mulai dari H-1, hari Pemilu, dan H+1 tim nakes puskesmas akan keliling ke setiap TPS untuk membantu memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar dan antisipasi terkait masalah kesehatan,” ungkapnya Jaya, Senin (12/2/2024).
Ia menjelaskan, setiap tim Nakes yang akan menempati seluruh TPS di desa/kelurahan hingga perkotaan, akan bertugas saat Pemilu terlaksana. Hal itu dilakukan untuk memantau kesehatan, sekaligus mencegah peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan. Sebab, setiap TPS, akan banyak dikunjungi oleh masyarakat, petugas KPPS, saksi partai, dan lainnya.
“Para tim nakes itu akan memeriksa dan memantau pelaksanaan Pemilu di tiap TPS, serta memberikan pertolongan pertama apabila ada warga atau petugas KPPS yang mengalami gangguan kesehatan,” jelasnya.
Selain memantau kondisi kesehatan masyarakat dan KPPS selama pelaksanaan Pemilu, lanjutnya Jaya, Puskesmas juga akan menurunkan tim pengawas makanan di TPS. Hal itu diupayakan, sebagai bentuk mitigasi, jika risiko keracunan makanan terjadi.
“Setiap puskesmas sudah menyiapkan tim nakes yang bertugas piket selama penyelenggaraan Pemilu 2024. Jadi kalau ada petugas KPPS atau warga yang sakit bisa langsung menghubungi tim nakes Puskesmas setempat. Semua sudah disiapkan sampai ke sistem rujukannya ke rumah sakit terdekat,” imbuhnya.
Sebagai OPD bidang kesehatan, ia membeberkan, seluruh puskesmas telah dibekali suplemen dan vitamin gratis yang dapat diberikan kepada petugas KPPS di TPS setempat untuk dikonsumsi. Sebab menurutnya, memperhatikan kondisi kesehatan KPPS merupakan salah satu keterlibatan dalam mensukseskan Pesta Demokrasi 2024.
Jaya pun menegaskan, Siaga Tim Nakes Puskesmas tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mengimbau agar layanan Puskesmas dapat dibuka selama 24 jam saat pemungutan suara dilaksanakan.
“Sesuai hasil rapat, kami akan melakukan beberapa langkah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para pemilih dan penyelenggara pemilu,” pungkasnya.
[RUL/TSN]













