Kondisi Jalan Gelap Gulita, Pemkot Upayakan LPJU Beroperasi Semula

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah mengupayakan agar LPJU di setiap ruas jalan dapat beroperasi kembali. Tak hanya itu, rencana penganggaran pun telah di ajukan pihaknya untuk pengadaan barang tersebut.

Diketahui, beberapa jalan di Kota Tepian mengalami kondisi gelap gulita saat malam hari. Pasalnya, pencurian kabel LPJU, telah dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi jalan gelap tersebut, Kasi Prasarana Jalan Dishub Samarinda Rinjani Kusuma tidak dapat mengabaikan sarana prasarana bersama itu.

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran APBD Samarinda sebesar Rp 29,4 miliar. Pun juga, terdapat bantuan dari Bankeu Pemprov Kaltim sebesar Rp 4 miliar.

Menurutnya, tahapan pemasangan perlu dilakukan secara bertahap. Sebab, listrik yang digunakan untuk LPJU, berasal dari jaringan listrik yang umum dan digunakan oleh masyarakat yang disediakan oleh perusahaan listrik negara (PLN).

“Memang bertahap. Sebagian ruas jalan baru dipasang. Ada pula yang merupakan lanjutan dari kegiatan tahun sebelumnya,” ucapnya Rinjani, Selasa (12/3/2024).

Ia pun menegaskan, bahwa pemasangan perangkat LPJU akan dituntaskan pada Juni mendatang. Meskipun, belum dapat dipastikan akibat kendala yang ada, namun pihaknya tetap optimis menjalankan.

“Kendala lain perangkat PJU harus dikirim dari luar. Semoga tidak menghambat. Karena saat ini pekerjaan pembuatan pondasi sudah mulai dikerjakan, seperti di Jalan HM Ardans hingga Jalan Nusyirwan Ismail,” imbuhnya.

Rinjani menuturkan, dalam proses lelang, sistem e-kataloglah yang menjadi acuan. Tak hanya itu, pemenang lelang pun telah ditetapkan kepada perusahaan dari Surabaya hingga Jakarta.

Lebih lanjut, dia pun mengatakan, masyarakat yang memenuhi program pemerintah yang mengharuskan memasang tiang lampu di halaman rumahnya sangat minim dukungan.

Baca Juga :  DWP Kukar Sambut Ramadhan Dengan Tausiyah

Ia menyebutkan, menanam pohon di bagian jalan juga menjadi kendala lain saat survei lapangan. Sebab itu, penerangan jalan tidak berjalan maksimal.

“Harapan kami minimal jarak antar-pohon sekitar 4–5 meter. Saat ini masih banyak yang kurang dari itu,” ungkapnya.

Rinjani pun berharap, program penerangan jalan, menjaga fasilitas LPJU, dan sarpras lainnya, mendapat dukungan lebih dari masyarakat. Sehingga, hal itu dapat menjadi acuan motivasi pihaknya untuk memastikan titik penerangan PJU dapat dirasakan masyarakat banyak.

“Kami berterima kasih atas dukungan warga, sehingga memudahkan pekerjaan tim di lapangan. Itu juga untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *