Disdikbud Samarinda Upayakan Penyelesaian 3 Permasalahan Pendidikan Saat Ini

Dok.Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda kini dihadapkan 3 permasalahan yang mesti dientaskan segera. Diantaranya kuota tenaga pendidik khusus sekolah inklusi, sistem zonasi, dan optimalisasi tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun.

Diketahui, Disdikbud Samarinda telah menggelar rapat dengar pemdapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda pada Rabu, (13/3/2024).

Dalam penyampaiannya, Kepala Disdikbud Kota Samatinda Asli Nuryadin telah menguraikan beberapa keluhan yang dihadapi oleh pihaknya saat ini.

Menurutnya, meskipun program sekolah inklusi telah berjalan secara bertahap di seluruh sekolah, namun, terdapat persoalan yang menjadi perhatiannya. Yakni, tenaga pendidik khusus pendidikan inklusi belum tersedia.

Sehingga, lanjutnya, dengan kurangnya tenaga tersebut akan berdampak pada sistem pengajaran yang cenderung akan di sama ratakan kepada anak didik normal di setiap tingkatan.

“Ada beberapa hal, yang itu juga menjadi kendala,” ungkapnya, Kamis (14/3/2024)

Oleh karenanya, ia pun mengusulkan, agar tenaga pendidik umum di sekolah diberikan pelatihan cara menangani peserta didik disabilitas sekaligus membantu memahami saat pembelajaran berlangsung.

“Guru-guru umum di sekolah inklusi akan dibekali pelatihan dari Pusat Layanan Disabilitas untuk membantu mereka mengajar anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya Asli Nuryadin.

Tak hanya itu, ia juga menuturkan bahwa, sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahunnya juga menjadi perhatian pihaknya.

Pasalnya, tak jarang keluhan terkait sistem zonasi selalu ada tiap tahunnya. Hal tersebut muncul, lantaran terdapat ketidakseimbangan antara sekolah negeri dan swasta dengan jumlah peserta didik di beberapa daerah.

“Contohnya SMP Negeri 2 yang selalu kelebihan murid, sedangkan SMP 43 Loa Janan kekurangan murid karena jumlah penduduk di daerah tersebut tidak banyak,” urainya Asli.

Baca Juga :  AMPL Kaltim Desak Kejati Periksa KONI Dan KPU Balikpapan Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, Asli memastikan, Disdikbud berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda.

Asli pun membeberkan, RDP yang dilakukan pihaknya bersama DPRD Kota, juga memunculkan permasalahan baru, yakni kurang optimalnya keaktifan para tenaga pendidik yang akan memasuki masa pensiun.

Meski demikian, ia menuturkan, bahwa persoalan tersebut dapat diatasi dengan program Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K), dimana itu menjadi peluang besar untuk merekrut guru-guru muda.

“Tahun lalu, kami telah mengangkat 700 guru P3K dan tahun ini akan ada 950 lagi,” jelas Asli.

Ia pun berpesan, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat Kota bahkan Kaltim. Oleh karena itu, guna menjaga kualitas pendidikan, sebagai generasi penerus dan seluruh pemangku kebijakan mesti terus maju untuk mengembangkan sektor pendidikan di masa mendatang.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *