PMII Samarinda Gelar Diskusi Publik

Kupas Kebijakan Pemerintah Jelang Pilkada 2024

Teks foto : Suasana Forum Opening Ceremony dan Diskusi Publik PC PMII Samarinda. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda menggelar diskusi publik, terkait peran kebijakan Kepala Daerah jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Diskusi yang bertemakan “Meneropong Kebijakan Kepala Daerah Kota Samarinda Menjelang Pilkada 2024” itu, dihelat di Gedung BPVP Samarinda, Selasa (7/5/2024) Sore. Serta dihadiri oleh berbagai kalangan.

Mulai dari kelompok Cipayung, Bem Universiyas Mulawarman, Bem Universitas 17 Agustus 1945, Bem Sekolah Tinggi Agama Islam, pun juga, siswa siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Samarinda.

Tak hanya itu, agenda tersebut juga mendapatkan antusias dari seluruh Rayon dan Komisariat PMII, beserta IKA PMII se-Kota Samarinda.

Ketua PC PMII Kota Samarinda, Ahmad Naelul Abrori, mengatakan PMII memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh Organasasi Kemahasiswaan yang lain. Yakni, ideologi yang jelas, sanad keilmuan, dan basis gerakan kerakyatan.

“PMII memiliki tiga indikator pertama ideologinya jelas Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua, sanad keilmuan, ideologinya sudah jelas apalagi keilmuannya. Dan terakhir gerakan berbasis kerakyatan yang tidak elit,” ungkapnya.

Menurutnya, agenda Opening Ceremony merupakan pintu gerbang melahirkan kader-kader PMII yang berkualitas, yaitu Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Selain menciptakan setiap generasi, hal tersebut diakuinya sebagai wadah pengembangan diri setiap individu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kaltim-Tara, Sainuddin, menegaskan, pengkaderan formal merupakan jiwa dan bukti hidup dan berkembangnya organisasi.

“Proses pengkaderan saat ini, itu adalah nyawa dari Organisasi PMII. Ketika kaderisasi itu tidak dilaksanakan maka sebenarnya PMII disitu mati,” bebernya Sainudin.

Ia juga mengingatkan, usai lelatihan yang dilaksanakan oleh PC PMII Kota Samarinda, setiap individu akan menerima tantangan yang lebih besar. Bukan semata-mata untuk membesarka organisasi, melainkan turut serta dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga :  Laila Fatihah Motivasi Pelaku UMKM di Sempaja Utara, Laila: Kita Berikan Pendampingan

“Sahabat-sahabat di sini akan menjadi calon kader. Perlu diingat juga disini peserta PKL akan mengemban tanggung jawab yang tidak remeh temeh. Ada sekitar beban moril, seperti t!nggung jawab dalam hal menyelesaikan masalah sosial, budaya, ekonomi, politik. Ini bukan tugas mudah,” jelasnya.

Sainudin berharap, agar setiap peserta yang tergabung dalam PKL tersebut, dapat menata kembali niatnya dalam berorganisasi PMII. Sehingga, tujuan mulia yang digaungkan oleh para pendahulu dapat terwujud, dan tidak akan punah.

“Saya meminta kepada seluruh kader, ayo kita meluruskan niat kita kembali dalam berorganisasi PMII. Agar kita betul-betul bermanfaat di wilayah, kota, dan desa masing-masing,” harapnya.

Mendukung perkataan, Ketua PKC PMII Kaltim-Tara, Wakil Sekretaris Kaderisasi Nasional PB PMII, Ragil Setyo Cahyono, mengatakan, tumbuh kembang organisasi juga tergantung pada kualitas diri seorang kader. Pasalnya, tanpa memiliki keahlian dan jiwa kepemimpinan, seorang anggota akan terjerumus pada daya berpikir yang praktis.

“PMII ini harus mempunyai kepemimpinan yang kritis dan kolaboratif. Jadi kita ini jiwanya adalah jiwa kritis tapi kita juga harus punya kepemimpinan yang kolaboratif,” katanya Ragil.

“Itu harus diciptakan sahabat-sahabat. Tidak selamanya Pemerintah itu benar pasti ada juga kesalahannya. Intinya terus berjuang bahwa PMII akan selalu mengawal itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *