Gelar Pentas Bertajuk “Lani”, UKM Teater Iqra UINSI Sukses Buat Penonton Bersorak

Teks foto : Kegiatan UKM Teater Iqro Berjudul "Lani". (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Iqro Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) sukses menggelar Pentas Drama bertemakan Lani, di Auditorium Kampus I, UINSI Samarinda, pada Sabtu (11/5/2024) Malam.

Mengambil latar kondisi psikis seorang anak tanpa ayah, UKM Teater UINSI itu pun berhasil membuat para penonton kagum terhadap pembawaan setiap aktor.

Dalam teater itu dikisahkan, terdapat seorang mahasiswi bernama Lani yang menjalani hidupnya dengan penuh tantangan. Kondisi mental yang tidak stabil, penceraian kedua orang tua, bahkan tekanan dari sang ibu.

Berdasarkan lakon yang dipentaskan, Lani kerap mengalami halusinasi yang menyebabkan kondisi pertemanannya terasa asing dan mengganggu. Karakter serta tawaan teman-temannya pun dianggap sebagai perbuatan tercela yang mestinya tidak mereka lakukan.

Diakhir cerita, dengan rasa halusinasi yang tak terkontrol, tanpa sengaja, Lani pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengacungkan benda tajam kepada teman-temannya dan tak sengaja terjatuh dari lantai 3 gedung fakultasnya.

Ibunya pun sangat sedih, setelah ditinggal anak tercinta satu-satunya dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah dialami anaknya itu.

Penulis naskah Lani sekaligus Pembina UKM Teater Iqra, Elly Kartika Sari menjelaskan, naskah drama itu pun muncul dari ide yang digagas oleh anggota teater.

Sebagai penulis naskah, ia mengangkat salah satu fenomena yang kerap terjadi dikalangan masyarakat, yakni kurangnya sosok ayah dalam mendampingi keluarga atau lebih dikenal dengan Fatherless.

Sebutan Fatherless bukanlah hal yang asing. Sebab, Indonesia merupakan salah satu Negara Fatherless di dunia.

“Ceritanya tentang mahasiswa yang bunuh diri karena kesehatan mentalnya terganggu dan depresi. Karena Indonesia ini kan isunya adalah fatherless. Jadi Peran ayah di dalam keluarga itu minim sekali makanya kita angkat fenomenanya kedalam seni teater,” ungkapnya Elly, saat ditemui Media ini usai pementasan.

Baca Juga :  Jamin Kesehatan KPPS, Dinkes Kaltim Minta Nakes Siaga Pemilu 2024

Berbeda dengan anak laki-laki, lanjutnya, anak perempuan cenderung memendam ketika memiliki masalah tanpa menceritakannya kepada orang lain. Sehingga, dirasa perlu bagi para penonton memahami isi dan makna dari lakon drama itu.

“Ada sedikit pesan bahwa Lani itu orang yang tertutup. Jadi kalau ada masalah sebaiknya berceritalah. Entah sama temannya gitu. Itu juga yang menjadi pesan buat penonton bahwa kalau kita ada masalah berbicara aja, ngomong aja, sama temennya jangan dipendam sendiri,” lanjutnya Elly.

Elly pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para unsur, baik kepada pimpinan produksi, tim persiapan, dan bahkan aktor. Tak hanya itu, ia pun berterima kasih atas dukungan serta penonton yang telah mau hadir menyaksikan drama hasil karya UKM Teater Iqra tersebut.

Diketahui, naskah disusun sepenuhnya oleh anggota UKM teater Iqra’ yang aktif. Mulai dari sutradara hingga penata panggung telah dipersiapkan secara matang sejak 5 bulan lalu.

“Terima kasih sudah menonton semoga ini menjadi wawasan baru untuk anak muda tentang kesenian teater. Kalau sekarang kan zamannya digital tapi penting juga kita belajar nonton yang teater begini,” harapnya pembina Teater Iqra itu.

“Berbeda dengan di bioskop, kesenian itu penting untuk melatih skill. Di sini seninya semua terasa, vokalnya, ekspresi, gesture semuanya,” pungkasnya.

Di lain sisi, Ketua Umum UKM Teater Iqra, Arsiyah, memberikan kesan dan harapannya tentang perkembangan UKM-nya itu.

Ia pun berharap, pementasan yang diperankannya itu dapat dikenal oleh masyarakat UINSI Samarinda. Pun juga, setiap pesan morilnya dapat tersampaikan kepada para penonton yang hadir.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi garis terdepan dalam mengayomi para talenta seni teate r di lingkungan UINSI selebihnya kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi para penggiat seni di kampus UINSI untuk terus berkarya,” tuturnya Ketua UKM Teater Iqra itu.

Baca Juga :  KIPD Kaltim Matangkan Sinergitas Bersama UIN Samarinda

Perlu diketahui, panggung drama itu pun berhasil menjual 200 tiket lebih, yang dibandrol dengan harga Rp 25 ribu untuk OTS dan Rp 20 ribu bagi Pre sale.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *