Bicara Soal IKN, SEMA UINSI Samarinda Harap Kritis Mahasiswa Terbangun

Teks foto : Seluruh peserta dan tamu undangan pada Seminar Legislatif Senat Mahasiswa UINSI Samarinda. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Mengulik potensi generasi muda untuk turut andil membangun daerah masing-masing, Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, menggelar Seminar Legislatif. Selain sebagai acara pembuka dalam Sekolah Legislatif, hal itu juga bertujuan memantik daya berpikir kritis para peserta.

SEMA sebagai Organisasi Mahasiswa Universitas, dinilai memiliki peran penting mengembangkan daya berpikir kritis  mahasiswa terhadap sebuah kebijakan. Baik kebijakan intra kampus maupun luar kampus.

Mengangkat tema “Manifesto Legislator Muda Untuk Menghadapi IKN”, SEMA UINSI Samarinda mencoba membangkitkan semangat para mahasiswa yang hadir  untuk meningkatkan kualitas diri. Tak hanya itu, diskusi terkait isu-isu yang sedang berkembang pun menjadi fokus utamanya. Mulai dari potensi daerah, imbas pembangunan, bahkan tentang kebijakan.

Ketua Umum SEMA UINSI Samarinda, Tristan Al-Islam mengungkapkan, Seminar dan Sekolah Legislatif merupakan program besar yang memang telah disiapkan oleh timnya jauh-jauh hari.

Ia juga mengatakan, dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Samarinda, hanya UINSI sajalah yang menggelar program tersebut setiap tahunnya.

“Kegiatan legislatif ini adalah program unggulan yang dimiliki SEMA UINSI Samarinda. Dan ini hanya dilaksanakan oleh SEMA UIN saja, belum ada dari Univ lain yang melaksanakan,” ungkapnya Tristan, saat ditemui Media ini, Kamis (30/5/2024) Siang.

Ia mengakui, ramainya peserta yang hadir dalam Seminar tidak hanya terdiri dari Mahasiswa UINSI saja. Melainkan, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dari UNMUL, POLNES, Widya Gama Mahakam, serta DPM se-Samarinda turut dihadirkan.

Tristan menjelaskan, dua agenda itu memiliki hubungan yang erat dalam fungsi legislatif di ranah Kampus. Pasalnya, sebagai miniatur negara, cara memahami dan bekerjanya Organisasi Kampus tidak jauh berbeda dengan pemerintahan negara.

Baca Juga :  Jaga Pemilu Damai 2024, Bawaslu Bersama Partisipan Gelar Dialog Publik Pemuda Lintas Iman

” Ada benang merah dari seminar dengan sekolah ini. Ialah pembuka acara agar memantik nalar kritis kawan-kawan yang mengikuti kegiatan sekolah legislatif. Apalagi ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai lembaga legislatif. Baik dari peran, tugas, dan fungsi dari pada legislatif itu sendiri dan inilah wadah kami mempelajari bagaimana menjalankan daripada tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.

Tristan berharap, dengan terselenggaranya aktifitas itu, pihaknya dan Organisasi Kampus lainnya dapat memahami setiap fungsinya sebagai mahasiswa, sebagai anggota lembaga kemahasiswaan, serta perannya sebagai generasi bangsa.

“Harapannya, kegiatan ini baik Seminar maupun Sekolah Legislatif ini, banyak mahasiswa yang aktif dan tertarik terhadap kegiatan ini. Agar mereka yang berkuliah tidak hanya belajar di kelas mengandalkan nilai saja, tapi memiliki nalar kritis dan menambah kualitas diri dalam memahami isu yang beredar,” tutupnya.

Diketahui, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Rusman Ya’qub, sebagai pembicara di Seminar Legislatif, turut dihadirkan. Tak hanya itu, Founder Forum Milenial Nusantara, Husein Firdaus, serta Demisioner Ketua SEMA 2021, Eko Abiyyu, pun hadir mendukung agenda itu.

Sebagai Legislator Kaltim, Rusman pun memberikan apresiasinya, atas terselenggaranya kegiatan SEMA UINSI itu. Menurutnya, sebagai anggota dewan, praktik kerja yang mesti  dilakukan Lembaga Legislatif dalam Kampus tidak jauh berbeda dengan aslinya.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali dan tentu sangat mengapresiasi. Karena ini memang yang kita perlukan. Bagaimana adik-adik mahasiswa itu, daya kritisnya tetap terjamin. Bahkan semakin meningkat dan dengan adanya kegiatan Seminar dan Sekolah Legislatif ini tentu harapan kita ke depan,” ungkapnya Rusman usai Seminar.

Politisi Fraksi PPP itu menegaskan, wilayah Kaltim sekarang memerlukan perjuangan para generasi muda dalam membangun daerah. Pasalnya, tanpa mahasiswa sebagai agen of control, ditakutkan kebijakan para Pemerintah hanya cenderung menetapkan berdasarkan perspektifnya saja, tidak disertai para akademisi.

Baca Juga :  Kasus Kebakaran Di Samarinda Marak Terjadi, Sebut Penyebab Korsleting Arus Listrik Jadi Pemicunya

“Mahasiswa itu harus memahami benar, bagaimana aspek-aspek perjuangan demi terbangunnya Indonesia. Agar negara bisa lebih baik di masa yang akan datang. Saya kira mahasiswa harus benar-benar hadir dan berkontribusi nyata memberikan koreksi dan sekaligus partisipasinya dalam pelaksanaan setiap kebijakan pemerintah yang muncul,” katanya.

“Kalau tidak dikawal, khawatir kebijakan itu akan jalan dengan perspektifnya pemerintah saja, tapi tidak melihat problem dasar masyarakat,” tambahnya.

Rusman berharap, dengan terselenggaranya agenda yang diinisiasi oleh SEMA UINSI Samarinda itu dapat meningkatkan kualitas setiap masyarakat Kampus. Agar, nilai-nilai demokrasi Indonesia tetap terjaga sebagaimana mestinya.

“Dengan adanya dengan keterlibatan mahasiswa sebagai apa pilar demokrasi di Indonesia. Maka tentu kita berharap bahwa ke depan demokrasi kita semakin terarah dan fokus. Apalagi hari ini, demokrasi kita sedang tidak baik-baik amat,” pungkasnya.

Penulis: Syahrul Mubarok Editor: Topan Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *