Dok.Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin
MEDIAKATA.COM, KUKAR – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyerahkan bantuan perikanan berupa alat tangkap kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Anggana. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Dermaga Baru Toko 5, Desa Muara Badak Ilir, pada Jumat (9/8/24).
Bantuan ini diberikan kepada 14 KUB nelayan dari dua kecamatan dan terdiri dari 218 sarana dan prasarana perikanan, seperti mesin diesel, mesin ketinting, mesin Aladin, dan perahu fiber. Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung sektor perikanan.
Dalam sambutannya, Rendi Solihin menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Program Dedikasi Kukar Idaman, khususnya dalam mendukung penyediaan sarana dan prasarana perikanan tangkap dan budidaya bagi kelompok nelayan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan serta pembudidaya perikanan di Kukar.
“Program ini adalah salah satu dari 23 program yang kami janjikan dan realisasikan dari tahun ke tahun hingga 2026,” ujar Rendi.
Wabup juga mengingatkan bahwa meskipun Kukar dikenal dengan kekayaan sumber daya alam yang tidak terbarukan, daerah ini juga memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, termasuk perikanan. Ia menekankan bahwa Pemkab Kukar terus mendorong sektor ini melalui berbagai langkah nyata sejak 2021, termasuk memberikan bantuan kepada petani dan nelayan.
“Kami telah membuktikan bahwa Kukar kaya dalam sektor pertanian dalam arti luas, dan hasil perikanan yang melimpah telah dikirim ke luar daerah,” tambahnya.
Rendi optimis bahwa dengan luasnya laut, sungai, dan danau di Kukar, sektor perikanan dapat menjadi andalan dalam pembangunan daerah ke depan. Ia bahkan berharap bahwa dalam beberapa tahun ke depan, 30 persen APBD dapat berasal dari sektor perikanan.
Selain sektor perikanan, Pemkab Kukar juga fokus pada peningkatan konektivitas antar wilayah, dengan berbagai proyek perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan yang terus dilaksanakan. Layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan juga menjadi prioritas, termasuk pembangunan Rumah Sakit di Muara Badak yang diharapkan dapat selesai pada 2025.
“Kami juga memiliki cita-cita besar untuk wilayah pesisir, yakni pembangunan jembatan penghubung Sangasanga-Anggana yang akan memudahkan transportasi dan perekonomian,” pungkas Rendi.
[MII]












