Dok. Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto
MEDIAKATA.COM, KUKAR – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kebudayaan dengan gelaran akbar Tenggarong Kutai Carnival (TKC) 2024, yang merupakan bagian dari rangkaian festival Erau Adat Kutai. Festival ini, yang tidak hanya dikenal di Kalimantan Timur tetapi juga di tingkat nasional, akan diselenggarakan mulai 21 hingga 29 September 2024.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto, menyatakan bahwa Pemkab Kukar mendukung penuh pelaksanaan TKC sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
“Kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga memiliki misi penting untuk melestarikan kebudayaan daerah dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada khalayak luas,” ungkap Sugiarto dalam kegiatan Technical Meeting (TM) yang diadakan di Gedung Putri Karang Melenu, pada Selasa (17/9/2024).
Ia menambahkan, TKC tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya tetapi juga berkontribusi bagi perekonomian daerah, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk mereka kepada para pengunjung.
“Ini kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk meningkatkan eksposur produk mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TKC, Rhivy Dolly, menjelaskan bahwa tahun ini, TKC akan tampil lebih istimewa dengan memadukan berbagai kebudayaan lokal dalam setiap penampilan.
“Kami ingin memberikan pengalaman visual yang luar biasa kepada masyarakat. Budaya kita tidak hanya indah, tapi juga kaya makna, dan itu yang ingin kami sampaikan melalui setiap penampilan,” ujar Rhivy.
TKC 2024 akan digelar selama dua hari, 21 dan 22 September, dengan melibatkan 70 talent dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Acara ini akan berlangsung di Jalan KH. Dewantara, Tenggarong, mulai pukul 13.00 WITA. Tahun ini, TKC mengangkat tiga subtema utama, yaitu Hudoq, Kedang Ipil, dan Burung Ruai, yang semuanya merupakan representasi dari kekayaan budaya asli Kalimantan Timur, terutama Kukar.
Rhivy juga mengungkapkan bahwa para talent telah menjalani pelatihan intensif sejak 19 hingga 28 Agustus 2024, mencakup pembuatan kostum, rias wajah, hingga teknik menari sesuai dengan tema budaya yang diusung.
“Kami memastikan setiap elemen dari pertunjukan ini sesuai dengan budaya lokal, sehingga penampilan para talent tidak hanya menarik secara visual tetapi juga autentik secara budaya,” jelasnya.
[MII]













