MEDIAKATA.COM, KUKAR – Produk UMKM di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dinilai memiliki potensi besar, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas.
Camat Muara Kaman, Berliang, menyebut tantangan utama terletak pada aspek pemasaran dan branding yang masih lemah.
“Selain kopi, banyak produk kita yang sebenarnya potensial, tapi belum bisa menembus pasar lebih luas,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (25/7/2025).
Berliang menjelaskan bahwa kualitas produk UMKM di Muara Kaman kian membaik, bahkan kemasan produk seperti roti balok sudah mulai diperhatikan. Sayangnya, distribusi produk masih terbatas di lingkup lokal, sehingga peluang ekspansi belum tergarap maksimal.
Menurutnya, kendala ini bermula dari minimnya pemahaman pelaku usaha terhadap strategi promosi. Bahasa pemasaran yang belum efektif, lemahnya identitas merek, serta terbatasnya akses informasi menyebabkan produk dari Muara Kaman kerap kehilangan jejak asal.
“Dulu UMKM memang belum berkembang, jadi yang dikenal justru merek dari luar. Sekarang sudah mulai dibina, tinggal bagaimana caranya agar nama Muara Kaman bisa ikut dikenal,” jelasnya.
Ia mencontohkan produk ikan asin lokal yang telah sampai ke pasar besar seperti Surabaya dan Jakarta. Namun, produk tersebut dijual tanpa mencantumkan nama desa atau UMKM penghasilnya dari Muara Kaman.
Namun saat ini, sejumlah pembeli dari luar daerah kini sudah datang langsung untuk mengambil produk dari Muara Kaman. Sebagai langkah pasti guna memperluas jaringan pemasaran, Berliang menyambut baik usulan PKK tingkat kabupaten untuk membentuk pusat oleh-oleh di Tenggarong. Ia menilai lokasi tersebut sangat strategis sebagai etalase produk lokal Kukar.
“Kalau ada kios atau gerai yang dikelola oleh PKK kabupaten, BKK Kecamatan bisa bantu mengkondisikan pengiriman produk dari desa-desa. Dengan begitu, yang dikenal bukan hanya produknya, tapi juga daerah asalnya,” tutupnya.












