MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Bagi ribuan keluarga di Kabupaten Kutai Timur, kelapa sawit bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga sumber penghidupan. Pemerintah daerah kini berupaya memastikan bahwa manfaat dari sektor ini tidak hanya dinikmati industri besar, melainkan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui program hilirisasi sawit.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar warga tidak hanya menjadi penyedia lahan dan tenaga kerja, tetapi juga dapat memperoleh keuntungan dari pengolahan produk bernilai tambah tinggi.
“Daerah harus menerima manfaat lebih besar dari sawit. Itu yang kami dorong,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun, Kutim mengandalkan penjualan crude palm oil (CPO) yang dihasilkan perusahaan. Namun, nilai tambah terbesar justru dihasilkan di luar daerah karena proses pengolahan dilakukan di kawasan industri besar. Nora mengatakan bahwa ketimpangan ini perlu dibenahi agar pertumbuhan ekonomi lebih meluas ke masyarakat.
Produk turunan seperti minyak goreng rumah tangga, margarin, lilin industri, hingga bahan baku kosmetik kini menjadi fokus pengembangan. Jika terlaksana, peluang kerja baru akan terbuka bagi perempuan, pemuda, dan kelompok rentan yang selama ini sulit masuk ke industri perkebunan.
Namun, proses menuju hilirisasi tidak mudah. Tantangan terbesar adalah memastikan infrastruktur dan investasi masuk ke Kutim. Banyak warga menggantungkan harapan bahwa program ini mampu menciptakan ruang ekonomi baru, terutama bagi keluarga yang selama ini hanya berada pada rantai pasok terendah.
“Kami menyiapkan pemetaan kawasan industri dan membuka pintu kemitraan dengan UMKM agar mereka dapat terlibat dalam rantai produksi melalui pengemasan, penyediaan bahan pendukung, atau logistik. Kami ingin mendorong peran warga agar tidak hanya menjadi penonton,” tambah Nora.
Lewat kebijakan ini, ia memegang komitmen bahwa pemerintah akan menjaga agar hilirisasi benar-benar berpihak pada masyarakat. “Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan warga. Itu yang harus kita kawal,” timpalnya.
(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).













