MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Program beasiswa daerah yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menjadi salah satu contoh nyata pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Sepanjang dua tahun terakhir, lebih dari 500 penerima manfaat, baik siswa maupun guru, berhasil menempuh pendidikan di universitas unggulan nasional seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami ingin memutus kesenjangan antara pusat dan daerah. Anak-anak Kutim harus punya kesempatan yang sama untuk kuliah di kampus terbaik,” katanya.
Selain menyasar siswa berprestasi, beasiswa juga diperluas untuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Malang (UM). Tahun lalu, 191 guru berhasil meraih gelar sarjana, sementara 300 lainnya masih aktif mengikuti perkuliahan.
Mulyono menegaskan, program beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi investasi sosial jangka panjang yang akan memperkuat fondasi pendidikan daerah.
“Guru yang kompeten dan siswa yang berpendidikan tinggi adalah kunci pemerataan kualitas,” ujarnya.
Dengan capaian lebih dari 500 penerima, Kutim kini tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan skema beasiswa terbesar di Kalimantan Timur. Pemerintah menargetkan perluasan kerja sama dengan universitas negeri lain di Indonesia agar lebih banyak anak daerah dapat mengenyam pendidikan tinggi.
“Pendidikan tinggi tidak boleh menjadi hak istimewa. Ia adalah tangga mobilitas sosial, dan pemerintah wajib memastikan anak-anak Kutim bisa menaikinya,” pungkas Mulyono.
(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).












