Perbaikan TPA Kutim Libatkan Partisipasi Warga Demi Lingkungan yang Lebih Layak

Teks Foto : Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3 DLH Kutim/Ist.

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Situasi TPA di Kutai Timur perlahan berubah setelah sejumlah perbaikan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Area yang dulu terlihat penuh dan semrawut mulai ditata ulang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang kerja lebih aman bagi petugas kebersihan yang setiap hari bergantung pada kondisi TPA untuk menjalankan tugas mereka.

Sugiyo, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3 DLH Kutim, mengatakan bahwa perhatian lembaganya tidak hanya pada tumpukan sampah, tetapi juga pada kenyamanan warga sekitar dan para pekerja. Ia menyebut beberapa titik yang selama ini dipandang paling berat kini sudah mendapat penanganan dengan penutupan tanah dan penataan ulang.

“Kami memahami keresahan masyarakat dan para pekerja yang setiap hari berjibaku dengan sampah. Karena itu kami lakukan penataan di titik yang paling sering menimbulkan masalah. Setelah dilakukan penutupan tanah, kondisinya makin terkendali dan tidak lagi menakutkan seperti beberapa tahun lalu,” kata Sugiyo.

Usai menyampaikan kondisi terbaru TPA, ia menyoroti kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah. Ketidakteraturan jam pembuangan, menurutnya, menjadi sumber masalah yang sering tidak disadari.

Banyak warga membuang sampah di luar jam yang diatur pemerintah daerah, yaitu pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Ketika sampah masuk lebih awal, TPS otomatis penuh sebelum petugas tiba, sehingga muncul keluhan bahwa pengangkutan tidak berjalan.

“Petugas kami bergerak berdasarkan jadwal resmi. Namun ketika sampah masuk secara acak, TPS terlihat penuh bahkan sebelum armada berangkat. Dari situ muncul prasangka bahwa sampah tidak diangkut, padahal justru karena jam pembuangannya tidak dipatuhi,” jelasnya.

DLH juga terus melakukan penguatan sarana dasar seperti jalur operasional truk dan pengelolaan air lindi agar lingkungan sekitar tidak dirugikan. Sugiyo berharap partisipasi masyarakat meningkat, sebab keberhasilan penataan sampah sangat terkait dengan perilaku setiap rumah tangga.

Baca Juga :  Camat Karangan Tegaskan Produksi Kakao Tetap Stabil, Pemerintah Diminta Perkuat Dukungan Teknis

“Kalau masyarakat ikut menjaga ritme dan mengurangi volume sampah dari rumah, itu akan meringankan pekerjaan semua orang dan membuat lingkungan lebih sehat,” ujarnya.

(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Editor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *