Kutim Perkuat Pendampingan IKM 2025 untuk Hadapi Persaingan Usaha yang Kian Terbuka

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan serius dalam persaingan pasar yang semakin luas, sementara banyak usaha kecil masih bekerja dengan pola tradisional. Tahun 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim berusaha menjawab tantangan itu dengan memperkuat pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, melihat bahwa sebagian besar pelaku IKM membutuhkan dukungan yang bukan hanya teknis, tetapi juga struktural. Dalam wawancara, ia mengungkapkan bahwa arah kebijakan tahun ini sudah difokuskan untuk membantu para pelaku usaha memahami cara bertahan di tengah kompetisi yang makin terbuka.

“Program 2025 sepenuhnya sudah dirumuskan dalam Renja kami. Yang paling penting adalah bagaimana pendampingan itu menjadi ruang belajar yang memberi perubahan nyata, bukan hanya kegiatan administratif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa banyak pelaku IKM sebenarnya punya kreativitas, tetapi tidak memiliki kemampuan manajemen usaha maupun akses pemasaran yang memadai.

Upaya pendampingan diarahkan pada tiga aspek: peningkatan kapasitas produksi, pembenahan manajemen usaha, serta peningkatan strategi pemasaran, termasuk adaptasi digital.

Menurut Nora, pendekatan tersebut penting karena usaha kecil sering kali menghadapi kendala dalam konsistensi produksi dan kesenjangan informasi pasar.

“Kami ingin mereka memahami alur usaha dari hulu sampai hilir. Mulai dari pencatatan biaya yang sederhana, cara mengenalkan produk, sampai menstabilkan kualitas,” ujarnya.

Disperindag juga menekankan kerja sama lintas lembaga, mulai dari dunia industri hingga lembaga keuangan. Selain itu, pemerintah kecamatan juga dilibatkan agar kegiatan pembinaan berjalan dekat dengan masyarakat

“Langkah ini diharapkan membuka akses modal dan peluang pemasaran yang sebelumnya sulit dijangkau pelaku usaha kecil,” pungkas Nora. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Editor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *