MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kutai Timur (Kutim) kini bergerak lebih cepat setelah pemerintah menerapkan sistem brigade pangan untuk mengatur pergerakan alat ke kelompok tani. Enam brigade pangan yang ada berfungsi sebagai pusat pelayanan, penjadwalan, dan pengiriman alat ke lapangan.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan bahwa sistem ini diterapkan untuk mengatasi ketimpangan penggunaan alsintan. “Alat harus bergerak teratur. Brigade memastikan traktor, transplanter, dan combine tidak menumpuk di satu lokasi,” katanya.
Dyah menjelaskan bahwa kelompok tani dapat mengajukan permintaan kepada brigade pangan di wilayah masing-masing. Petugas kemudian menentukan jadwal berdasarkan prioritas dan kesiapan lahan. “Begitu jadwal masuk, alat langsung dikerahkan. Operator ikut mendampingi agar pekerjaan cepat selesai,” ujarnya.
Data DTPHP menunjukkan bahwa penggunaan alsintan meningkatkan efisiensi olah lahan dari beberapa hari menjadi hanya beberapa jam. Hal ini mendukung percepatan tanam yang sedang digenjot pemerintah. “Efeknya signifikan. Petani bisa menanam lebih cepat dan lebih sering,” kata Dyah.
Selain penjadwalan, brigade pangan juga bertanggung jawab memantau kondisi alsintan. Pemerintah menekankan perawatan rutin karena harga alat cukup tinggi. “Kalau alat rusak, mobilitas terganggu. Brigade bertugas memastikan alat selalu siap digunakan,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan penambahan unit alsintan untuk memperluas jangkauan pelayanan. Dyah menyebut bahwa peningkatan jumlah alat akan memperkuat produksi pangan daerah. “Kalau alat bergerak lancar, produktivitas naik dan petani terbantu,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).













