MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, menekankan keseriusan DPRD Samarinda dalam mendukung upaya percepatan penanganan stunting melalui penguatan fasilitas layanan dasar.
Komitmen tersebut disampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi percepatan aksi penanganan stunting yang digelar di Gedung PKK Samarinda.
“Data yang dipaparkan menunjukkan Samarinda masih mengejar ketertinggalan,” ujar Riska.
Menurutnya, hasil yang dicapai saat ini memang belum maksimal. Meski begitu, peluang untuk memenuhi target masih terbuka asalkan langkah intervensi dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
DPRD Samarinda mengarahkan alokasi anggaran 2026 melalui pokok pikiran (pokir) anggota dewan guna memperkuat fasilitas layanan kesehatan di tingkat dasar. Salah satu upaya yang akan direalisasikan ialah pembangunan tiga unit Posyandu di beberapa kawasan, termasuk Kecamatan Samarinda Utara dan Sambutan.
Riska juga mengatakan, keberadaan Posyandu memiliki peran penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak hingga ke tingkat kelurahan.
“Dengan adanya Posyandu, jangkauan layanan bisa lebih luas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan fasilitas, DPRD juga mendorong pengadaan alat ukur pertumbuhan dan alat timbang yang sesuai standar Kementerian Kesehatan di 59 kelurahan di Samarinda.
Upaya tersebut dilakukan agar data pertumbuhan balita dapat diperoleh secara lebih akurat, sehingga program intervensi gizi bisa dijalankan secara tepat sasaran.
“Pengadaan alat ini penting agar data balita lebih akurat dan penanganan bisa tepat sasaran,” tegas Riska.
Riska menilai kelengkapan sarana dan prasarana Posyandu menjadi elemen penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar di masyarakat.
Menurutnya, tanpa dukungan fasilitas yang memadai, program percepatan penanganan stunting akan sulit berjalan maksimal hingga tingkat paling bawah.
Meski demikian, DPRD Samarinda tetap optimis target penurunan angka stunting pada 2026 dapat tercapai melalui penguatan layanan dasar yang dilakukan secara konsisten dan terukur.













