MEDIAKATA.COM, SAMARINDA- Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Samarinda dinilai perlu diikuti dengan kebijakan yang mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Tanpa langkah yang terencana, peningkatan populasi berpotensi memunculkan persoalan baru, mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga kesenjangan sosial.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menilai perkembangan kota yang berlangsung pesat membawa dampak ganda. Di satu sisi, kondisi tersebut membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain persaingan memperoleh pekerjaan menjadi semakin ketat sehingga masyarakat lokal harus dipersiapkan agar mampu bersaing.
Dalam keterangannya di ruang kerja pada Senin (25/6/2026), Yakob mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk dapat menjadi modal penting bagi pembangunan apabila pemerintah mampu memastikan tersedianya lapangan kerja yang memadai. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk tidak boleh dipandang sebagai beban selama dibarengi kebijakan yang tepat.
“Pertumbuhan penduduk bisa menjadi kekuatan pembangunan jika kesempatan kerja juga terus bertambah,” ujarnya.
Yakob mengingatkan bahwa ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan penyediaan lapangan kerja dapat memicu berbagai persoalan di masa mendatang. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan ketenagakerjaan harus dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia usaha sekaligus kepentingan masyarakat.
Ia berpandangan pemerintah daerah perlu memiliki strategi jangka panjang dalam menghadapi perubahan demografi. Kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga memastikan warga Samarinda memperoleh kesempatan yang adil untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi.
Menurut Yakob, meningkatnya investasi turut menarik tenaga kerja dari berbagai daerah. Fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah karena perusahaan akan memilih pekerja yang memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.
Meski demikian, ia berharap perusahaan tetap memberikan peluang yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Untuk mewujudkannya, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, serta pengembangan keterampilan harus menjadi prioritas bersama.
“Kalau tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai, tentu perusahaan akan lebih mudah menyerap mereka,” katanya.
Selain memperkuat kompetensi tenaga kerja, Yakob juga mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pekerjaan di sektor formal. Menurutnya, semangat berwirausaha perlu terus ditumbuhkan karena mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Ia menambahkan bahwa keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki kontribusi penting dalam memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pekerjaan yang bergantung pada proyek-proyek besar.
Yakob juga menyoroti bahwa proyek pembangunan berskala besar umumnya hanya menyerap tenaga kerja dalam periode tertentu. Setelah proyek selesai, para pekerja tetap membutuhkan kemampuan dan keterampilan lain agar dapat kembali memperoleh pekerjaan.
Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat program peningkatan kapasitas SDM serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat lokal dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai pembangunan berjalan pesat, tetapi tenaga kerja kita tidak mampu mengambil peluang yang ada,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Yakob mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten. Dengan sinergi tersebut, masyarakat Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu berperan sebagai pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
(Adv/DPRD Kota Samarinda) .













