DPRD Samarinda Dorong Analisis Ulang Kebutuhan Guru

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Kekurangan tenaga pendidik di Kota Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kebutuhan guru belum mampu diimbangi dengan proses pemenuhan tenaga pengajar yang memadai.

Anhar menjelaskan bahwa berkurangnya jumlah guru dipengaruhi oleh banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun maupun meninggal dunia. Sementara itu, upaya penggantian atau penambahan tenaga pengajar dinilai belum berjalan optimal.

“Perlu analisis ulang kebutuhan guru,” kata Anhar.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi dan analisis ulang terkait kebutuhan guru di daerah, sehingga pemetaan kekurangan tenaga pendidik dapat dilakukan secara lebih tepat.

Ia menyebut persoalan tersebut tidak terjadi secara merata di semua bidang studi. Beberapa mata pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, dan kimia disebut masih mengalami kekurangan guru yang cukup signifikan hingga saat ini.

Selain membahas kekurangan tenaga pendidik, Anhar juga mengingatkan agar kebijakan terkait penutupan program studi keguruan tidak dilakukan tanpa kajian yang matang. Ia menilai kondisi setiap daerah berbeda, sehingga kebijakan pendidikan nasional seharusnya tetap mempertimbangkan kebutuhan daerah masing-masing.

Menurutnya, Samarinda mulai merasakan dampak kekurangan guru akibat perpindahan tenaga pengajar ke daerah lain, ditambah minimnya lulusan lokal yang sesuai dengan kebutuhan bidang tertentu.

Terkait pemenuhan tenaga pengajar, Anhar menilai perekrutan guru dari luar daerah bukan menjadi persoalan selama mengedepankan kompetensi dan kualitas. Meski demikian, ia berharap perguruan tinggi lokal dapat meningkatkan kualitas lulusannya agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan dunia pendidikan di daerah.

“Ini soal kompetensi, bukan asal daerah,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti belum selarasnya dunia pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), dengan kebutuhan pasar kerja di Samarinda. Menurutnya, jurusan yang dibuka di sekolah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih besar.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Samarinda Merespon Program Sekolah Rakyat

Ia mendorong adanya kerja sama antara sekolah, Dinas Tenaga Kerja, dan pihak terkait untuk menyusun arah pendidikan yang lebih relevan dengan kondisi dunia usaha dan industri.

Karena itu, DPRD berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat mengambil langkah strategis, baik dalam pemenuhan tenaga pendidik maupun penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran di Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *