Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDPK KALTIM

Dokumen Bernilai Sejarah, DPK Kaltim Upayakan Preservasi Arsip

105
×

Dokumen Bernilai Sejarah, DPK Kaltim Upayakan Preservasi Arsip

Sebarkan artikel ini

Dok.Arsiparis Ahli Muda DPK Kaltim Dewi Susanti. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim), merekam pengalaman yang didapatkan saat Seminar Internasional Kearsipan di Jakarta waktu lalu.

Beberapa hari lalu, DPK Kaltim yang diwakilkan oleh Arsiparis Ahli Muda Dewi Susanti, telah menghadiri Seminar Internasional Kearsipan. Dengan tema preservasi, pihaknya pun termotivasi untuk semakin meningkatkan pelayanannya dalam mengelola arsip di benua etam.

“Implementasi dari kegiatan preservasi seminar internasional kemarin. Salah satunya adalah lembaga kearsipan Provinsi Kaltim itu di bawah bidang pengelolaan arsip ada kegiatan pemeliharaan arsip, itu kami sudah lakukan” ucapnya, Selasa (14/11/2023).

Ia mengungkapkan, sebagai anggota fungsional kearsipan, pihaknya tidak akan pasif, dalam menjaga arsip. Demi keberlangsungan sejarah di Kaltim untuk disampaikan ke generasi seterusnya.

“Kami semua sebagai fungsional, juga sebagai pemerhati arsip atau penggerak penggiat penyelamatan arsip di lingkungan Pemprov Kaltim, kita harus melakukan preservasi,” ujarnya Dewi.

Ia pun menuturkan, pihaknya telah melaksanakan preservasi arsip dengan menghimpun beberapa arsip lama di Kaltim. Ada periode tahun 1940, 1950, dan 1960-an. Dimulai dari arsip Kerajaan di Kaltim, arsip pemerintahan Hindia Belanda. Dan Pejabat daerah mulai Walikota hingga Gubernur dari masa ke masa.

Arsiparis itu pun menguraikan, arsip lama yang dikelola tidak hanya berbentuk konvensional tapi juga bentuk lain seperti kaset dan rekaman.

“Di sini media arsip yang di preservasi atau dipelihara bukan hanya dari bentuk aset konvensional. Tapi semua bentuk media arsip salah satunya dalam rangka pengalaman ada dokumenter film, rekaman suara, foto kartografi. Itu hasil arsip yang memang butuh dan wajib dipelihara dan dilestarikan,” pungkasnya.

[ADV/RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *