DPK Kaltim Harap OPD Mampu Kelola Arsiparis Yang Ada

Arsiparis Ahli Madya DPK Kaltim Dewi Susanti. (Syahrul/MEDIAKATA).

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim), mengimbau setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mampu memperdayakan tenaga kerja arsiparis yang ada. Sembari menunggu tatanan formasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)

Kebutuhan tenaga kerja bidang arsiparis telah menjadi sorotan pihak DPK Kaltim. Pasalnya, sebagai lembaga kearsipan, pihaknya memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan, mengelola, dan menjaga setiap arsip di setiap OPD.

Namun, fungsi DPK Kaltim sendiri dalam menghimpun arsip dirasa belum maksimal. Dikarenakan, tenaga kerja bidang arsip di setiap OPD masih tergolong minim.

Padahal, kehadiran arsiparis di lingkup OPD pun juga sangat dibutuhkan dalam mengelola arsipnya sendiri. Perihal tersebutlah yang membuat pihak DPK khawatir, dan kewalahan dalam memenuhi dan menjalankan fungsinya.

Arsiparis Ahli Muda DPK Kaltim Dewi Susanti, membeberkan bahwa pihak Kemenpan RB telah menyusun dan menyetujui, formasi jabatan fungsional arsiparis Kaltim. Menurutnya, penjabaran formasi tersebut menjadi langkah upaya, dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja bidang kearsipan.

“Kemenpan RB sudah menyetujui untuk formasi jabatan fungsional arsiparis untuk Provinsi Kaltim. Sebanyak 287 formasi, untuk semua perangkat daerah di pemerintahan provinsi Kaltim termasuk sampai ke Kabupaten/Kota,” jelasnya Dewi Susanti, Selasa (14/11/2023).

Ia pun menjelaskan, jabatan fungsional kearsipan itu memiliki dua tingkatan. Tingkatan pertama untuk tingkat terampil, bagi mereka yang berijazah D3. Dan tingkatan kedua untuk tingkat ahli, diperuntukkan bagi mereka yang berstatus S1.

Lebih lanjut Dewi memaparkan, peran pegawai non-ASN memiliki peran tersendiri guna mendukung pegawai ASN. Pasalnya, pihak yang non-ASN akan menjadi mitra partner untuk sama-sama mengelola arsip mendukung ASN.

Baca Juga :  DPK Kaltim Hadiri Review Meeting, Ingatkan Pemanfaatan Srikandi Di Setda

“Non-ASN itu namanya juga pengelola arsip. Dan dia itu termasuk mitra partner teman-teman ASN dalam hal untuk fungsional kearsipan. Dengan adanya teman-teman non-ASN akan membantu tenaga pengelola arsip yang ada di masing-masing perangkat daerah,” bebernya.

Arsiparis DPK Kaltim iru pun berharap, agar setiao OPD mampu mendayagunakan tenaga kerja yang ada. Terkhusus bidang arsiparis.

“Arsiparis idealnya harus ada tapi guna melaksanakan kegiatan kearsipan. Itu tidak harus menunggu adanya orang yang mengisi arsiparis. Tapi yang ada dulu untuk bisa diberdayakan,” tegasnya.

[ADV/RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *