Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDiskominfo PPU

Pj Bupati PPU Fokus pada Penurunan Angka Stunting: Peran Penting Ahli Gizi

117
×

Pj Bupati PPU Fokus pada Penurunan Angka Stunting: Peran Penting Ahli Gizi

Sebarkan artikel ini

Dok.Pj bupati soroti perihal stunting

MEDIAKATA.COM, PPU – Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59, Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun, menyoroti peran penting para ahli gizi dalam upaya penanganan stunting. Beliau meminta agar mereka terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait makanan bergizi untuk mendukung gaya hidup sehat dan mencegah stunting.

Makmur Marbun mengungkapkan bahwa mencapai tujuan penurunan angka stunting memerlukan keterlibatan aktif dari para ahli gizi. Dalam mendukung program-program kesehatan dan perilaku hidup sehat, identifikasi kasus stunting terus dilaksanakan secara berjenjang melalui Dinas Kesehatan PPU dan UPT Puskesmas yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten PPU.

“Program penanganan stunting di Kabupaten PPU memang mengalami penurunan, tetapi kita terus mengidentifikasi melalui data dari Dinkes PPU. Saya meminta peran aktif para ahli gizi, didukung oleh UPT Puskesemas dan tenaga kesehatan di setiap wilayah, untuk memantau dan memberikan pendampingan khusus, karena ini kewajiban kita dalam memberikan pelayanan kesehatan, baik dalam pencegahan maupun penanganannya” ujar Makmur Makmur pada Kamis, (16/11/2023).

Makmur Marbun juga menekankan terkait pentingnya pendampingan dan pengecekan secara berkala terhadap masyarakat yang terindikasi stunting. Sehingga dengan adanya upaya ini pemerintah daerah dapat memberikan bantuan dengan tepat sasaran dengan pendampingan para ahli gizi, sehingga masyarakat yang terindikasi stunting dapat mendapatkan penanganan yang optimal. Bila upaya ini terus dilakukan sangat memungkinkan kita dapat menjadi daerah yang bebas dari stunting.

“Tidak hanya optimalisasi peran petugas gizi dan kesehatan, tetapi juga keterlibatan seluruh stakeholder, dimulai dari para pasangan pra nikah, program kehamilan, hingga pola asuh dan kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan” Pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *