SMA 1 Loajanan Berhasil Raih Sekolah Adiwiyata Nasional

Ket: Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, Didik. (Dok)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Sekolah Adiwiyata bukan sekadar tempat pendidikan, tetapi menjadi laboratorium kepedulian lingkungan yang membentuk karakter siswa untuk menjadi agen perubahan. Dengan fokus pada prinsip-prinsip keberlanjutan dan konservasi, sekolah-sekolah ini tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kritis terhadap isu lingkungan.

Sekolah-seskolah ini tidak hanya memasukkan mata pelajaran tentang lingkungan ke dalam kurikulum, tetapi juga menerapkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga mengintegrasikan teknologi hijau, semuanya menjadi bagian dari upaya mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu sekolah yang menerapkan konsep tersebut adalah SMA 1 Loajanan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Berada di bawah payung Adiwiyata Nasional, SMA 1 Loajanan telah menjadi tempat di mana pengajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sekitar. Menerapkan prinsip keberlanjutan, mereka memastikan bahwa siswa terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sekitar sekolah.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, Didik mengungkapkan, SMA 1 Loajanan menjadi salah satu dari tiga sekolah di Kukar yang telah dianugerahi status Adiwiyata Nasional pada tahun 2022. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan konsep lingkungan yang berkelanjutan.

“Hanya 3 di Kutai Kartanegara yakni salah satunya kami SMAN 1 Loa Janan, yang sudah di nobatkan dan ada sertifikat penghargaan dari KLHK sebagai sekolah adiwiyata,” kata Didik.

Meski sekolahnya telah memperoleh status satuan pendidikan adiwiyata 2022 lalu, pihaknya akan berusaha mempertahankan. Sehingga predikat tersebut kembali didapatkan.

“Meski tidak mudah, insyaAllah dalam waktu dekat ini kita terus membenahi untuk mempertahankan Adiwiyata Nasional,” ucap Didik.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltim Teken MoU Perusahaan Lokal Atasi Kekurangan Guru di SMK

Salah satu program mereka yakni, penanaman pohon, yang juga menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan mereka. Sehingga, siswa tidak hanya mempelajari manfaat ekologis dari penanaman pohon, tetapi juga turut serta dalam kegiatan menanam sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap lingkungan.

“Ini PR kami untuk terus mengajak anak-anak untuk mengedukasi terkait dengan kebersihan, stunting, adiwiyata dan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, demi mendukung program Adiwiyata Nasional, sekolah mewajibkan para siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Hal ini berhasil mengurangi jumlah siswa yang membeli jajanan di luar sekolah, seiring dengan upaya untuk membiasakan pola konsumsi yang lebih sehat dan bertanggung jawab bagi lingkungan.

“Jadi hanya sebagian kecil anak-anak yang jajan diluar karena mereka sudah diwajibkan untuk membawa makan dan minum dari rumah, jadi hanya sebagian kecil anak anak yang jajar diluar,” jelasnya.

Kebijakan ini tidak hanya memberikan dampak positif pada kebiasaan konsumsi siswa, tetapi juga sejalan dengan upaya untuk mengurangi jejak lingkungan yang dihasilkan dari kemasan dan limbah yang berasal dari makanan yang dibeli di luar sekolah.

“Banyak faktor yang kami benahi terus kedepan sehingga sekolah kita mudah-mudahan selangkah lebih maju kedepan,” pungkasnya.

[ADV/DISDIKBUD/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *