Disdikbud Balikpapan Rancang Sistem Integrasi Pendidikan dan Teknologi

Ket: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik.(Dok)

MEDIAKATA.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan merancang Sistem pendidikan dengan mengubah lanskap serta memperkenalkan integrasi yang kuat antara pendidikan dan teknologi.

Tujuannya untuk membawa pendidikan di Balikpapan ke level berikutnya, menyelaraskan pembelajaran dengan era digital yang terus berkembang.

Rencana ini sebagai ‘Transformasi Pendidikan 4.0’, di mana fokusnya adalah pada penerapan informasi, teknologi, dan komunikasi (ITK) dalam kurikulum pendidikan.

Dengan fokus pada integrasi informasi, teknologi, dan komunikasi (ITK) dalam pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik menjelaskan bahwa, pada tahun 2024 mereka akan memperkenalkan platform pembelajaran canggih, termasuk sekolah rujukan berbasis teknologi seperti “Geoogle” dan “Sekolah Pintar”.

“Tahun 2024, kita akan memanfaatkan platform pembelajaran diantaranya adalah sekolah rujukan google, dan sekolah pintar. Saat ini, kita fokus untuk pengadaan sarana dan prasarana, laptopnya, serta bahan pembelajarannya,” ungkap Irfan Taufik, belum lama ini.

Lebih lanjut, Irfan bilang, rencananya awal akan berfokus pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sambil memastikan bahwa pemanfaatan platform pembelajaran tersebut akan tersedia secara gratis.

Irfan juga memaparkan bahwa mereka telah melaksanakan pelatihan terkait platform tersebut dan sedang dalam proses pelatihan lanjutan untuk mempersiapkan implementasi metode pembelajaran online pada tahun depan.

“Kita sudah melakukan beberapa pelatihan terkait pemanfaatan platform itu. Saat ini sedang melakukan pelatihan dan tahun depan akan kami implementasikan,” ucapnya.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari adaptasi selama masa Pandemi Covid-19, ketika pembelajaran dilakukan dari rumah menggunakan platform seperti Google Classroom yang memungkinkan interaksi, tugas, penilaian, dan bahkan streaming video di lingkungan virtual kelas.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltim Akan Inisiasi Kampanye Stunting Untuk Konten Pelajar

[ADV/DISDIKBUD/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *