Kadisdikbud Kaltim Soroti Tingkat Kekerasan Kian Bertambah di Satuan Pendidikan

Ket: Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan.(Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menggelar workshop terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), beberapa waktu lalu.

Kurikulum Merdeka, yang merupakan inovasi pendidikan terkini di Indonesia, memprioritaskan pengembangan karakter peserta didik. Upaya ini tidak hanya terbatas pada pengembangan akademis, tetapi juga melibatkan aspek-aspek kesejahteraan fisik dan mental siswa. Termasuk, pada kekerasan yang kerap kali dialami peserta didik.

Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan mengungkapkan kekhawatiranya terkait tingginya angka kekerasan yang masih terjadi pada anak di lingkungan satuan pendidikan.

“Workshop ini memang perlu diadakan. Sebab, saat ini tingkat kekerasan itu sangat tinggi di satuan pendidikan,” ucap Kurniawan usai membuka Workshop implementasi kurikulum di Hotel Swisbel Jalan Mulawarman, Samarinda pada Rabu (1/11/2023).

Menurut Kurniawan, kekerasan yang menimpa anak-anak di lingkungan satuan pendidikan menjadi masalah serius yang harus dituntaskan.

Berdasarkan data dari Komisi Perlindangan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2022, terdapat 2.133 kasus pengaduan dalam kategori perlindungan khusus anak. Kategori dengan angka tertinggi melibatkan anak korban kejahatan seksual, anak korban kekerasan fisik dan psikis, serta anak korban pornografi dan cyber crime.

Sedangkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) tahun 2022 dari hasil Asesmen Nasional, 34,5195 peserta didik (1 dari 3) berpotensi mengalami kekerasan seksual, 26,9 peserta didik (1 dari 4) berpotensi mengalami hukuman fisik.

[ADV/DISDIKBUD/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *