Tanggapi Kondisi Air Terbatas, PTMB Berupaya Maksimalkan Produksi Air Jelang Ramadhan

Dok. Ilustrasi Kondisi Pasokan Air di Waduk Manggar Balikpapan. (Ist)

MEDIAKATA.COM, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tengah berupaya memastikan distribusi air mencapai 100 persen menjelang bulan suci Ramadhan. Meskipun tantangan produksi masih ada, pihaknya pun berusaha memaksimalkan potensi sumber air yang tersedia.

Distribusi air menjadi krusial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, terlebih saat ibadah puasa dilaksanakan. Mengingat kondisi cuaca yang cenderung panas serta peningkatan konsumsi air, program-program pengelolaan dan distribusi air yang efisien mesti diperhatikan.

Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Meskipun target pencapaian produksi air adalah 100 persen, tetap saja bergantung pada curah hujan yang turun juga diperhitungkan.

Tak hanya itu, lanjutnya, PTMB saat ini sedang menghadapi kendala produksi, akibat keterbatasan pasokan air dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Yakni level ketinggian air Waduk Manggar yang di ambang batas dan produksi air Waduk Teritip yang hanya mencapai sekitar 60 persen dari kapasitas normalnya.

“Semoga bisa produksi 100 persen asal curah hujan meningkat. Jika tidak, mau tidak mau masih sistem distribusi bergilir seperti sekarang ini,” ungkapnya, Senin (19/2/2024).

Yudhi pun menuturkan, Instralasi Pengolahan Air (IPA) yang produksinya menurun, tengah dirasakan di berbagai tempat. Seperti Km 8 yang kapasitas produksi asalnya 500 liter per detik, berkurang menjadi 300 liter per detik. Kemudian, IPA Kampung Damai dari kapasitas 490 liter per detik, menjadi 253 liter per detik. Dan IPA Teritip yang kapasitas awalnya 182 liter per detik, produksinya turun menjadi 150 liter per detik.

Meski mengalami kondisi sulit, ia pun menegaskan, bahwa pihanya telah menyiapkan beberapa upaya menjawab persoalan. Seperti, dengan melayani pembelian air melalui tangki.

Baca Juga :  UINSI Samarinda Sukses Gelar Seleksi CP3K dan CPNS

“Pelanggan tinggal kontak kami untuk pengantaran air. Walau memang harus antre tapi jumlahnya mulai berkurang tidak seperti awal-awal kemarin,” tegasnya.

Mengingat produksi air yang belum bisa dilayani dengan optimal, pihaknya mendorong pembangunan sumur bor di Balikpapan Barat. Sembari membangun Sistem Penyedian Air Minum regional dengan pemanfaatan air Sungai Mahakam sebagai solusi jangka panjang.

Dirut PTMB itu mengungkapkan, rencana pembangunan SPAM regional akan menjadi program prioritas, hingga pasokan air mencapai target. Terlebih, ia berencana akan menutup penggunaan sumur bor secara bertahap.

“Tidak boleh terlalu lama atau banyak menggunakan air tanah karena berpengaruh pada kondisi permukaan air tanah,” ucapnya.

Terakhir, ia pun mengumumkan, bahwa pihaknya tidak dapat melaksanakan penambahan Sambungan Rumah (SR) baru sementaraa. Pasalnya, akan percuma jika SR bertambah namun pendistribusian air terhambat akibat tidak ada pasokan air baku.

“Karena sumber air baku tambahan belum tersedia, malah nanti bisa menjadi temuan. Jadi, kami siapkan air baku dulu,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *