Jelang Bulan Puasa, Disdag Samarinda Upayakan Inflasi Rendah Dengan Program Pasar Murah

Dok. Ilustrasi Pergelaran Pasar Murah. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda sedang menggencarkan program pasar murah sebagai upaya strategis untuk menangani lonjakan inflasi menjelang bulan puasa. Dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) termasuk pengusaha lokal dan organisasi kemasyarakatan, program ini bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Program pasar murah diinisiasi sebagai respons Disdag atas kekhawatiran terhadap naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok yang menggerus daya beli masyarakat. Pasalnya, tak sedikit pedagang yang memanfaatkan momentum hari besar seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan bulana puasa untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Kepala Disdag Samarinda Marnabas mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan pasarr murah sebagai bentuk program menekan inflasi daerah yang mencuat.

“Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ungkapnya Marnabas, Kamis (22/2/2024).

Ia menjelaskan, program tersebut akan diselenggarakan di 10 titik lokasi yang berbeda, yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin mendekatkan operasi pasar murah dengan masyarakat. Kami juga menyediakan bahan pokok yang lengkap, mulai dari beras, gula, minyak, telur, daging, hingga sayur-mayur,” katanya.

Selain itu, penetapan lokasi program pasar murah di 10 Kecamatan Kota Samarinda juga diselaraskan dengan kondisi pasar. Ia pun mencontohkan, seperti operasi pasar murah yang diadakan di depan masjid-masjid besar seperti Sindang Sari Kecamatan Sambutan dan Rawa Makmur Kecamatan Palaran saat bulan Ramadhan berlangsung.

“Kalau ada gejolak harga, kami akan segera turun tangan. Tapi kalau harga stabil, kami tidak akan mengintervensi pasar karena bisa menimbulkan deflasi yang berbahaya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kaltim Jadi Tuan Rumah Agenda Nasional 2024, Dispar Gandeng Mitra Perekraf Siap Sukseskan

Marnabas pun berpesan, agar para pedagang yang berjualan tidak menaikkan harga sesuka hatinya. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawasi harga pasar, sehingga tidak ada penjual nakal yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan besar.

“Oleh karena itu, kami akan pantau terus harga di pasar,” tegasnya.

Selain program pasar murah, Pemkot Samarinda bersama Pemprov Kaltim akan bekerja sama, akan membuka toko penyeimbang di lantai dua Pasar Segiri untuk menstabilkan harga pangan serta pemerataan kebutuhan mastarakat, terkhususnya beras.

“Toko Penyeimbang ini akan menjual bahan pangan dengan harga yang wajar dan tidak mencari keuntungan. Kami akan membatasi pembelian maksimal satu atau dua kilogram per orang per hari agar semua warga bisa mendapatkan barangnya,” jelas Marnabas.

Ia pun berharap, agar toko penyeimbang tersebut dapat berjalan dengan baik pada akhir bulan Februari 2024. Dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi, ia juga berharap, agar pedagang tidak berulah dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

“Itu namanya penyeimbang. Kami tidak merugikan pedagang, tapi juga tidak membiarkan mereka seenaknya menaikkan harga,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *